Kepercayaan Dan Tanggung Jawab

MATIUS 25: 14-30

Belum ada komentar 44 Views

“Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati dan menangkap kamu sedang asyik bekerja, Dia akan menyetrap kamu dengan terus-menerus mengirim bagimu pekerjaan yang baru.)

Ungkapan ini, mungkin dapat memberi gambaran tentang hal Kerajaan Sorga, yang jangan dipahami sebagai tempat melainkan sebagai kehadiran Allah dan sekaligus pemerintahan-Nya dalam kehidupan manusia.

Perumpamaan talenta menggambarkan tentang karakter yang ada dalam diri seseorang, ketika tuannya tidak ada bersama dengan dia, apa yang dilakukannya. Karakter menjadi gambaran pribadi dari setiap orang, apa yang dilakukannya ketika tidak ada orang yang melihatnya. Apakah ia akan tetap bertanggung jawab, jujur, dapat dipercaya, ketika tidak ada seorang pun yang melihatnya ?

Melalui perumpamaan ini Tuhan Yesus mau mengingatkan kepada para murid, bahwa Allah hadir dalam kehidupan mereka, dan apakah mereka menyadari kehadiran itu dan membiarkan Roh Kudus yang akan menuntun dan menguasai kehidupannya, atau membiarkan dirinya melakukan seperti apa yang dikehendakinya sendiri.

Ketika Allah mengetahui kita sedang asyik mengelola kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikannya kepada kita, maka Ia akan memberikan terus hal-hal yang membuat diri kita asyik melakukan hal-hal yang bermanfaat, sehingga kita tidak sempat berpikir negatif.

Ketika seseorang mulai berpikir negatif dan akhirnya sibuk dengan pikiran tersebut, maka ia tidak akan melakukan hal yang bermanfaat, sebab waktu luangnya terlalu banyak untuk membicarakan atau memikirkan hal-hal yang tidak penting. Ia tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh Allah, melainkan hanya berkutat pada dirinya sendiri.

Dimanakah posisi Anda dan saya saat ini? sibuk dengan pekerjaan Tuhan atau diri sendiri.

(tt)
#KepercayaanDanTanggungJawab

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
  • Schooling Fish
    Yesaya 45:1-7; Mazmur 96:1-9; 1 Tesalonika 1:1-10; Matius 22:15-22
    Bayangkan saja kalau kita menjadi seekor ikan kecil. Kalau saja kita diberikan pilihan untuk hidup di akuarium atau di...
Kegiatan