Kepemimpinan Bermula Dari Rumah

1 Timotius 3:1-9

Belum ada komentar 130 Views

Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah? (1Tim. 3:5)

Suatu kali seorang pendeta mengajak seorang pria yang ingin menjadi Kristen untuk mengikuti kebaktian. Si pendeta, karena tidak sedang bertugas memimpin kebaktian, menemani pria tersebut. Mereka duduk di bangku belakang. Selesai kebaktian, pria tersebut bertanya, ”Siapa pria yang memimpin kebaktian?” Si pendeta menjelaskan bahwa pria yang memimpin kebaktian tadi adalah seorang penatua (pemimpin gereja). Pria itu melanjutkan, ”Bagaimana pria tersebut dapat memimpin di gereja, sedangkan rumah tangganya bermasalah?” Ia lantas menjelaskan bahwa istri si penatua sering curhat masalah rumah tangga kepada istrinya.

Seorang penatua (pemimpin gereja) perlu membuktikan kualitas kepemimpinannya dengan mampu memimpin keluarganya. Mengapa? Sebab, kepemimpinan selalu berawal di lingkaran terdekat, yakni keluarga. Jika seseorang tidak dapat memimpin keluarganya, maka bagaimana ia bisa mengurus gereja dengan segala kompleksitasnya? Di antara banyaknya syarat untuk menjadi pemimpin jemaat, Rasul Paulus menekankan bahwa kepemimpinan harus dimulai dan dibuktikan di dalam keluarga.

Tentu saja tak ada keluarga yang sempurna dan juga pemimpin yang sempurna. Namun, gereja membutuhkan orang yang terbukti mau terus mengembangkan diri dan jiwa kepemimpinannya. Hal ini paling mudah diamati dalam hidup keluarga, bukan? [Pdt. Wahyu Pramudya]

DOA:
Tuhan, ajarlah kami bukan hanya menginginkan jabatan, tetapi juga bertumbuh kembang dalam jiwa kepemimpinan. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 115; 1Sam. 9:15—10:1b; 1Tim. 3:1-9
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • TANDA SALIB
    Matius 12:38-42
    … demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. (Matius 12:40b) Udin merasa...
  • Tidak Ada Yang Kebetulan
    Kejadian 29:9-14
    Selagi ia berbicara dengan mereka, datanglah Rahel dengan kambing domba ayahnya, sebab dialah yang menggembalakannya. (Kejadian 29:9) Banu sedang...
  • Kasih Bagi Ribuan Generasi
    Mazmur 105:1-11,45b
    Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang ditetapkan-Nya bagi seribu generasi. (Mazmur 105:8) Sore itu, di teras rumahnya,...
  • Kekuatan Kelembutan Hati
    Matius 12:15-21
    Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan keadilan...
  • Allah Memulihkan Relasi Yang Rusak
    Kejadian 33:1-17
    Tetapi, Esau berlari mendapatkan dia, mendekapnya, memeluk lehernya, lalu diciumnya dia. Mereka pun bertangis-tangisan. (Kejadian 33:4) Sarah sedang membereskan...