Kepastian Keselamatan

Kepastian Keselamatan

Yohanes 10:22-30

Belum ada komentar 253 Views

‘Kepastian keselamatan’ …… ini soal self-confidence atau God-confidence? Ketika berbicara tentang ‘kepastian keselamatan’ banyak orang posisinya seperti orang-orang Yahudi di sekitar Yesus pada waktu itu: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan?” (Yoh. 10:24a). Mereka ingin mendapatkan kepastian! Self-confidence!

Yesus menjawab mereka (bahasa saya): “Lha kamu percaya tidak?” Ini soal God-confidence! Kepastian keselamatan itu soal anugerah Allah, soal kasih Allah. Semua kembali kepada Allah, ketika kita percaya anugerahNya, kasihNya, ya selamatlah kita. Sesederhana itu! Untuk mereka yang percaya, Yesus menegaskan bahwa mereka PASTI tidak akan binasa! (Yoh. 10:28).

Kemudian Yesus melanjutkan, bahwa Bapa memberikan mereka kepada Yesus. Bagi yang percaya, kita masuk ke dalam persekutuan kasih Bapa dan Yesus yang adalah satu (Yoh. 10:29-30). Ibaratnya kita berada di tangan Bapa dan Yesus, lalu siapa yang akan merebut kita? Percayalah! God-confidence!

RDJ

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Serupa Dengan-Nya
    Yohanes 15: 1-8
    Apa yang akan kita katakan ketika seseorang bertanya kepada kita, “Siapakah Anda?” Pertanyaan ini sederhana namun setiap orang bisa...
  • Akukah Domba Yang Baik?
    Saudara, sepenggal kisah dari Yohanes 10:11-18 menceritakan suatu hubungan antara gembala dengan domba yang digembalakan. Yesus adalah sang Gembala...
  • Peace Maker or Peace Lover
    Saudara, ada banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini. Berbagai bencana alam yang baru-baru saja terjadi seolah menambah rangkaian permasalahan...
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...