Kemuliaan dan Penderitaan

Kemuliaan dan Penderitaan

Belum ada komentar 60 Views

Hari ini kita merayakan minggu transfigurasi. Sebuah hari minggu yang menjembatani dan sekaligus menjadi masa peralihan dari Epifani ke masa pra Paskah. Tidak lama lagi murid-murid akan menjalani ‘perjalanan sengsara’ menuju Golgota. Tentu akan banyak pergumulan dalam perjalanan itu. Dalam perjalanan semacam itu, ‘kemuliaan masa depan’ akan menjadi penyemangat dan penguat para murid untuk menghadapi penderitaan yang menunggu di depan.

Sebagai titik peralihan perjalanan pelayanan Yesus, maka transfigurasi lalu menjadi penting. Yesus ber metamorphosis, dan nampak dalam tubuh kebangkitan. Dia bukan sekedar guru yang berjalan bersama muridNya, tetapi Penguasa alam semesta! Konsekwensi logis dari transfigurasi Yesus adalah: “Dengarkanlah Dia!”. Ikuti jalan pelayananNya, meskipun harus melewati duka dan derita. Karena pada waktunya, ‘kemuliaan masa depan’ akan segera terwujud.

Jalan derita, adalah jalan mulia yang harus kita lewati bersama, ketika kita mau ‘mendengarkan Dia’. Salib bukan sekedar simbol gerejawi, tetapi pelayanan nyata kita, ketika kita memberi diri buat sesama yang menderita. Justru melalui karya pelayanan semacam itulah, visi masa depan yang baik sedang kita wujudkan. Tidak ada kebangkitan tanpa kematian!

Persoalannya, siapkah kita melangkah di jalan deritaNya? Atau kita lebih senang ‘mendirikan kemah’ tinggal dalam angan kemuliaan serta melarikan diri dari realita yang masih membutuhkan kehadiran kita? Yesus mengajak murid-muridNya turun dari gunung kemuliaan itu. Dunia yang gelap masih membutuhkan pelayananNya. Derita harus dihadapi. Begitu juga dengan pelayanan kita saat ini. Jangan melarikan diri dan hanya tinggal dalam angan kemuliaan. Layanilah sesama, karena justru di situlah terletak kemuliaan kita!

RDJ

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Bertobat dan Percayalah
    Dalam pembacaan Injil minggu ini, Yesus mengatakan empat hal yang sangat tajam dan jelas. Dua yang pertama adalah pernyataan...
  • Filipus dan Natanael
    Yohanes 1:43-51
    Injil Yohanes dalam bacaan minggu ini menunjukkan dua tipe orang beriman. Filipus yang merujuk pada Musa dan kitab Taurat,...
  • TOHU WABOHU
    Kejadian 1:1-5 dan Markus 1:4-11
    Dengan apik penulis Injil Markus menuliskan sebuah keterangan bahwa seruan pertobatan Yohanes Pembaptis justru disampaikan di tengah padang gurun...
  • Sang Kekal Diam Bersama Kita
    Yohanes 1:14
    Seorang sastrawan bernama Goenawan Moehamad menulis sebuah catatan, “Selalu ada yang bisa mengerikan dalam hubungan dengan sejarah. Tapi pada...
  • Simeon: Siap Mati dan Berani Hidup
    Lukas 2:29-30
    Salah satu sisi kelam dari pandemi Covid-19 yang paling mendukakan kita semua adalah terenggutnya kehidupan orang-orang yang kita kasihi...