keluarlah

Keluarlah, Berbuatlah!

Kisah Para Rasul 2:1-21

Belum ada komentar 109 Views

Sebelum peristiwa Pentakosta berlangsung, para murid tampaknya masih berada dalam situasi yang membingungkan hati. Tentu mereka sangat dikuatkan setelah menyaksikan Kristus yang bangkit. Namun, pada saat bersamaan, mereka juga belum mampu mencerna konsekuensi dari kebangkitan Kristus bagi nasib mereka di tengah kepungan empire Roma yang telah menyalibkan Guru mereka. Apalagi, empat puluh hari setelah peristiwa kebangkitan Kristus, Sang Guru meninggalkan mereka. Kegembiraan dan iman yang sempat muncul kini terampas kembali.

Kisah Pentakosta di dalam Kisah Para Rasul 2 mengisahkan titik-balik berikutnya dalam hidup para murid. Kristus yang naik ke surga itu ternyata tidak sungguh-sungguh meninggalkan mereka. Sebaliknya, Kristus yang sama kini mereka alami kehadiran-Nya melalui kuasa Roh Kudus yang merengkuh dan merangkul mereka. Roh Kudus yang adalah Roh Kristus itu memberi kekuatan dan kuasa. Mereka tak lagi takut pada empire; mereka tak lagi kuatir pada nasib mereka. Roh penuh kuasa itu mendorong mereka untuk keluar dan mewartakan kasih-sayang ilahi.

Membaca kisah Pentakosta membuat saya teringat pada 1 Yohanes 4:18, yang berbunyi, “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan.” Karena kuasa Roh itu telah hadir … jangan takut! Karena kuasa Roh itu telah nyata … keluarlah !

JA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...
  • Pemeliharaan Allah, Cukuplah
    Yosua 24:1-2,14-18; Mazmur 34:16-23; Efesus 6:10-20; Yohanes 6:56-69
    Berjalan bersama, mengalami bersama adalah cara kita membuktikan kasih penyertaan Tuhan dalam hidup. Peristiwa demi peristiwa baik di saat...