Keluarga yang Setia Pada Sabda Allah

Keluarga yang Setia Pada Sabda Allah

Keluaran 32:1-14

Belum ada komentar 164 Views

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia definisi kata “setia” adalah antara lain: berpegang teguh (pada janji, pendirian, dan sebagainya); patuh, taat (bagaimanapun berat tugas yang harus dijalankannya); tetap dan teguh hati (dalam persahabatan dan sebagainya). Jelas sikap seperti itu tidak ditunjukkan umat Israel ketika menantikan kedatangan Musa dalam bacaan kita hari ini. Dan sikap seperti ini justru yang kian kelihatan bahkan menonjol dalam relasi orang pada zaman kita kini. Oleh hal-hal sepele, dan harga diri kelewat tinggi, relasi cinta menjadi retak. Karena konflik bahkan harta, relasi kekeluargaan menjadi remuk. Hanya karena iming-iming gaji yang lebih tinggi orang mudah berganti pekerjaan. Dan yang lebih parah lagi adalah relasi dengan Tuhan kerap kali ditentukan sekadar oleh bukti nyata dari kehadiran, pertolongan dan kuasa-Nya. Setia, loyal, menjadi sikap yang kian langka.

Kepada umat Israel yang “tidak setia” Tuhan murka. Karena sebagai “umat perjanjian” mereka melanggar perjanjian dengan Tuhan, dan sebaliknya hanya mendengarkan diri, kepentingan serta keinginan mereka sendiri. Rupanya inilah masalah utama dari kesetiaan dan loyalitas. Karena memang bila kesenangan, kepentingan dan sudut pandang sendiri yang selalu dikedepankan, tak ada relasi yang akan bertahan. Apa pun relasi itu, bahkan relasi dengan Tuhan. Dan dari kisah umat Israel dalam bacaan kita, terjadi juga kekuatiran bahwa Musa, bahkan Tuhan, telah menelantarkan mereka. Kekuatiran yang lahir dari sikap kurang percaya (trust), sehingga membutuhkan (sosok) pengganti, “anak lembu emas”.

Kita dan keluarga kita dipanggil untuk setia pada Tuhan, pada Sabda-Nya, dan tidak membangun “anak lembu emas” kita sendiri-sendiri. Untuk itu mari berpegang, serta percaya dan memercayakan diri (trust) kepada Tuhan yang selalu setia, betapa pun ketidaksetiaan kita dalam relasi kita dengan-Nya. Mari percaya pada kasih-Nya, pada maksud baik-Nya, pada sabda-Nya. Inilah sumber utama kekuatan kita untuk mengalahkan berbagai kecenderungan diri yang menjadikan kita tidak setia.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yang jauh menjadi dekat
    Surat Filemon ini adalah hadiah buat Gereja di sepanjang abad dan tempat. Jadi bukan hanya surat pribadi dari seorang...
  • Dibutakan Untuk Melihat
    Kisah Para Rasul 9:1-18
    Saulus tiba-tiba tidak dapat melihat, matanya buta. Apa penyebabnya? Dalam Kisah Para Rasul 22:11, Rasul Paulus menceritakan bahwa suatu...
  • Kasih Yang Melampaui Aturan
    Suatu siang terjadi percakapan antara seorang Ibu pedagang gado-gado dan seorang Ibu pembeli gado-gado di sebuah warung. Tukang gado-gado...
  • Keteguhan Hati
    Pernahkah saudara merasa Tuhan tidak mau menjawab doa-doa saudara? Saudara memohon pertolongan Tuhan untuk menyembuhkan seseorang yang sakit atau...
  • Jerih Payah Yang Tidak Sia-sia
    Wahyu 14:12-13
    Kata jerih payah artinya berupaya dengan sungguh-sungguh untuk sesuatu hasil yang maksimal. Rasul Yohanes menggunakan kata jerih Lelah dalam...