Keluarga yang Setia Pada Sabda Allah

Keluarga yang Setia Pada Sabda Allah

Keluaran 32:1-14

Belum ada komentar 149 Views

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia definisi kata “setia” adalah antara lain: berpegang teguh (pada janji, pendirian, dan sebagainya); patuh, taat (bagaimanapun berat tugas yang harus dijalankannya); tetap dan teguh hati (dalam persahabatan dan sebagainya). Jelas sikap seperti itu tidak ditunjukkan umat Israel ketika menantikan kedatangan Musa dalam bacaan kita hari ini. Dan sikap seperti ini justru yang kian kelihatan bahkan menonjol dalam relasi orang pada zaman kita kini. Oleh hal-hal sepele, dan harga diri kelewat tinggi, relasi cinta menjadi retak. Karena konflik bahkan harta, relasi kekeluargaan menjadi remuk. Hanya karena iming-iming gaji yang lebih tinggi orang mudah berganti pekerjaan. Dan yang lebih parah lagi adalah relasi dengan Tuhan kerap kali ditentukan sekadar oleh bukti nyata dari kehadiran, pertolongan dan kuasa-Nya. Setia, loyal, menjadi sikap yang kian langka.

Kepada umat Israel yang “tidak setia” Tuhan murka. Karena sebagai “umat perjanjian” mereka melanggar perjanjian dengan Tuhan, dan sebaliknya hanya mendengarkan diri, kepentingan serta keinginan mereka sendiri. Rupanya inilah masalah utama dari kesetiaan dan loyalitas. Karena memang bila kesenangan, kepentingan dan sudut pandang sendiri yang selalu dikedepankan, tak ada relasi yang akan bertahan. Apa pun relasi itu, bahkan relasi dengan Tuhan. Dan dari kisah umat Israel dalam bacaan kita, terjadi juga kekuatiran bahwa Musa, bahkan Tuhan, telah menelantarkan mereka. Kekuatiran yang lahir dari sikap kurang percaya (trust), sehingga membutuhkan (sosok) pengganti, “anak lembu emas”.

Kita dan keluarga kita dipanggil untuk setia pada Tuhan, pada Sabda-Nya, dan tidak membangun “anak lembu emas” kita sendiri-sendiri. Untuk itu mari berpegang, serta percaya dan memercayakan diri (trust) kepada Tuhan yang selalu setia, betapa pun ketidaksetiaan kita dalam relasi kita dengan-Nya. Mari percaya pada kasih-Nya, pada maksud baik-Nya, pada sabda-Nya. Inilah sumber utama kekuatan kita untuk mengalahkan berbagai kecenderungan diri yang menjadikan kita tidak setia.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...