dalam firman

Rumah Kita : Keluarga Yang Hidup Dalam Firman

2 Timotius 3:16-17

Belum ada komentar 156 Views

Beberapa orang mengeluh karena tidak ada perbuatan baik yang muncul dalam hidup berkeluarga. Yang ada hanya konflik dan saling menyakiti. Jika hal itu terjadi, maka saatnya setiap anggota keluarga merendahkan diri dan membuka hati buat Firman Tuhan.

Dengan jelas Rasul Paulus menegaskan, bahwa Firman Tuhan adalah penuntun agar kita bisa melakukan banyak perbuatan baik. Ketika yang muncul dari kita bukan yang baik, pasti ada yang perlu dikoreksi dan diselaraskan dengan Firman Tuhan.

Masalahnya, apakah kita baru mau hidup dalam Firman Tuhan sesudah semua masalah terjadi? Tentu tidak ada kata ‘terlambat’ namun lebih baik lagi, kalau kita hidup dalam Firman Tuhan sebelum relasi rusak dan kita saling menyakiti.

Mari, jadikan Firman Tuhan penuntun dalam hidup berkeluarga. Terimalah Firman itu dengan penuh syukur dan hiduplah di dalamnya, karena dengan Firman itu, kita diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

RDJ

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Serupa Dengan-Nya
    Yohanes 15: 1-8
    Apa yang akan kita katakan ketika seseorang bertanya kepada kita, “Siapakah Anda?” Pertanyaan ini sederhana namun setiap orang bisa...
  • Akukah Domba Yang Baik?
    Saudara, sepenggal kisah dari Yohanes 10:11-18 menceritakan suatu hubungan antara gembala dengan domba yang digembalakan. Yesus adalah sang Gembala...
  • Peace Maker or Peace Lover
    Saudara, ada banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini. Berbagai bencana alam yang baru-baru saja terjadi seolah menambah rangkaian permasalahan...
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...