Keluarga yang Bersatu dan Saling Mendukung

Ayub 1:1, 2:1-10

Belum ada komentar 623 Views
Musuh persatuan adalah individualistis dan perceraian.

Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk? (Ayub 2:10b)

Sejak Ayub mengalami musibah: kehilangan semua anak-anaknya, hartanya dan dijauhi istrinya, beberapa teman secara intensif menemaninya. Mereka berbeda pendapat, tetapi mereka bersatu duduk bersama Ayub dalam sepi dan empati selama 7 hari 7 malam (Ayub 2:13).

Beberapa pertanyaan bagi kita dalam rangka Bulan Keluarga ini:

  1. Apakah kita menyediakan diri untuk duduk bersama merasakan yang anggota keluarga kita rasakan saat melewati hari-harinya dalam suka maupun susah?
  2. Apakah seperti Ayub kita tetap bersatu dengan Tuhan dalam suka maupun susah bersama keluarga kita juga?

Perjamuan Kudus bersama dengan anak hari ini mengajak kita bersatu dengan Tuhan tetapi juga dengan sesama. Bersatu dapat dilakukan dengan keberanian melepas apa yang kita pikir paling baik demi kepentingan diri kita sendiri dan mulai melihat apa yang paling baik demi kepentingan bersama. Itulah yang juga Tuhan Yesus kerjakan dalam hidupnya: tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan (Fil 2:5-7).

Refleksi: Apa milik kita yang kita tidak akan pertahankan demi kita bersatu dengan sesama, bahkan anggota keluarga kita?

(riajos)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan