sekolah kehidupan

Keluarga: SEKOLAH KEHIDUPAN

Filipi 2:5

Belum ada komentar 210 Views

hendaklah kamu dalam hidupmu bersama,
menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.

Bagaimana mungkin kita dapat memiliki pikiran dan perasaan Kristus kalau kita tidak mengenal siapa Kristus secara pribadi?

Pengalaman saya bersama Kristus yang hidup, diawali dengan pengalaman sewaktu saya mendengar sebuah khotbah dalam Kebaktian Kebangunan Rohani tentang pentingnya pendidikan anak, 27 tahun yang lalu. Pertanyaan yang sangat sederhana, “Ladang telah menguning, siapa yang akan menuainya?” Hati terasa berdetak lebih kencang seakan menjerit dan melompat, “Aku Tuhan! Ini aku. Utuslah aku dalam kemudaanku.”

Pengalaman itu sirna dengan berbagai pikiran dan perasaan yang membuat saya tidak lagi berpikir apa yang Tuhan kehendaki atas hidup saya, tapi apa yang saya kehendaki.

Melalui sebuah pengalaman berhadapan dengan kematian, akhirnya saya belajar bahwa hidup ini bukan milik saya, tapi milik Kristus. Sejak itu saya tahu bahwa Tuhan menghendaki saya mengikuti apa yang Dia kehendaki.

Dalam Bulan Keluarga ini, kami mengajak keluarga-keluarga memaknai setiap pengalaman hidupnya secara pribadi maupun bersama, baik itu pengalaman yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Sehingga setiap anggota keluarga, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, terus belajar dalam SEKOLAH KEHIDUPAN ini.

Panitia Bulan Keluarga menyediakan sebuah kartu “MeaningMaking” atau kartu “Belajar Memaknai Hidup Bersama Tuhan”. Selamat belajar!

RJS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • #kekelamandosa #belaskasihAllah #datangdanpulihkanlah
    Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:2-8, 18-20; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37
    Hari ini kita memasuki masa Advent (adventus = kedatangan). Dalam empat minggu sebelum Natal, kita akan berada dalam masa...
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
Kegiatan