Kekudusan dan Kemuliaan

Yesaya 6:1-5

Belum ada komentar 32 Views

Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” (Yes. 6:3).

Penampakan kemuliaan Allah kepada Yesaya terjadi pada tahun wafatnya Raja Uzia. Kitab 2 Raja-raja 15:3-4 menyebutkan Raja Uzia hidup benar di hadapan Tuhan. Namun, ia membiarkan rakyatnya berbakti kepada para dewa. Secara personal Uzia hidup benar di hadapan Allah, tetapi berkompromi dengan kecemaran. Akibatnya, Allah menghukum Uzia dengan penyakit kusta. Kemuliaan Raja Uzia lenyap karena ia tidak menghormati kekudusan Allah.

Raja Uzia memerintah sejak usia 16 tahun. Selama 52 tahun ia hidup saleh. “Namun demikian, bukit-bukit pengorbanan tidaklah dijauhkan. Bangsa itu masih mempersembahkan dan membakar korban di bukit-bukit itu” (2Raj. 15:4). Betapa berbahayanya kesalehan personal, tetapi tidak membawa dampak secara komunal dan sosial. Teofani Allah kepada Yesaya di Bait Allah menegaskan bahwa kekudusan dan kemuliaan Allah meliputi alam semesta. Karena itu, YHWH disapa sebagai Adonai Zebaot (Tuhan semesta alam). Bait Allah bukan sekadar tempat beribadah dan mempersembahkan kurban. Yang terutama, Bait Allah menjadi media yang menggerakkan setiap umat hidup benar di hadapan Allah dalam seluruh aspeknya.

Ritualitas tanpa spiritualitas kekudusan akan menjauhkan umat dari kemuliaan Allah. Allah menghendaki kita bersandar pada-Nya dan tidak berpaling kepada kuasa serta kemuliaan duniawi. Kekudusan di dalam Kristus memampukan kita memancarkan kemuliaan Allah. [Pdt. Yohanes Bambang Mulyono]

REFLEKSI:
Ritualitas tanpa spiritualitas tidak akan menghasilkan kesalehan sosial yang transformatif.

Ayat Pendukung: Mzm. 72; Yes. 6:1-5; Kis. 7:44-53
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • INTROSPEKSI
    1 Tesalonika 4:1-12
    Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. Karena itu siapa yang menolak ini...
  • Jangan Munafik!
    Matius 3:1-12
    “Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan...
  • KEADILAN
    Mazmur 72:1-7, 18-19
    Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu...
  • Followers atau Friends?
    Kisah Para Rasul 13:16-25
    Di dunia media sosial kita mengenal istilah followers dan friends. Keduanya terdengar mirip, tetapi berbeda makna. Followers adalah orang-orang...
  • Tuhan Tempat Bernaung
    Yesaya 4:2-6
    … sebab di atas semuanya itu akan ada kemuliaan TUHAN sebagai tudung dan sebagai pondok tempat bernaung pada waktu...