Kehendak Allah vs Kehendak Manusia

Kehendak Allah vs Kehendak Manusia

Kej. 25:19-34; Mzm. 119:105-112; Rom. 8:1-11; Mat. 13:1-9, 18-23

Belum ada komentar 1380 Views

Apa yang saya kehendaki terjadi dalam hidup ini? Apa yang ku mau? Rasanya hampir setiap hari kita mempertanyakan diri kita akan apa yang kita kehendaki terjadi baik dalam keluarga, pekerjaan, bermasyarakat dan bernegara. Apa yang kita kehendaki, akan mempengaruhi tindakan-tindakan kita. Kita akan memperjuangkannya dengan segala upaya dan kerja keras. Kita berusaha mengenal dengan jeli, peka dan detail terhadap segala kehendak kita yang kemudian membentuk ambisi-ambisi pribadi yang diusahakan dan diperjuangkan.

Apakah kita pun memiliki waktu yang cukup untuk mempertanyakan apa yang dikehendaki Allah dalam hidup kita? Adakah waktu untuk meresapi kehendak-Nya? Adakah waktu yang cukup untuk mendialogkan apa yang Allah kehendaki dan apa yang saya kehendaki? Adakah waktu untuk merendahkan hati dan mengambil sikap dengan penuh ketaatan bukan lagi memperjuangkan kehendak diri tetapi kehendak Allah?

Dalam limpahan cinta kasih Allah yang begitu besar bagi dunia, IA merancangkan apa yang baik. Yang mendatangkan damai sejahtera. Kehendak Allah jauh melampaui norma manusia sebab kehendak Allah melebihi dari keinginan-keinginan daging. Kehendak Allah adalah sebuah kepastian untuk menghasilkan kebaikan dan damai sejahtera. Sekalipun demikian, Ia mengajak dan melibatkan kita untuk memperjuangkan dan memercayai kehendak-Nya.

Mari kita membuka diri untuk melihat hidup ini jauh melebihi keinginan diri, menempatkan diri dalam rancangan besar Allah bagi dunia ini untuk dimampukan memercayai dan mengimani kehendak Allah. Kehendak Allah pasti terwujud dan menghasilkan kebaikan bukan saja bagi kita tetapi juga bagi dunia ini.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Rumah Tanpa Alibi
    Matius 22:34-46
    Dalam bacaan ini, Yesus menghadapi pertanyaan dari orang-orang Farisi dan kemudian bertanya tentang identitas Mesias. Percakapan tersebut mengajak kita...
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...