Kedukaan dan Pengharapan

Matius 27:57-66

Belum ada komentar 304 Views

“… lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia” (Mat. 27:60).

Dalam perayaan Sabtu Sunyi, umat percaya menghayati masa transisi dari peristiwa kematian Yesus dan kebangkitan-Nya. Masa transisi tersebut mengandung dua aspek yang saling menyatu, yaitu kedukaan dan harapan. Dimensi kedukaan karena Yesus telah wafat di atas kayu salib yang dirayakan pada hari Jumat Agung. Dimensi harapan karena Yesus bangkit dari kematian-Nya pada hari Paskah.

Karya keselamatan Allah telah terjadi secara sempurna dalam kematian Kristus sehingga pada hari “Sabat Kedua” jenazah Kristus diam terkubur dalam perut bumi. Melalui kematian Kristus, Allah menciptakan kehidupan baru. Sabtu Sunyi juga disebut Sabbatum Sanctum, yaitu Sabat yang kudus. Dalam keheningan Sabtu Sunyi, Kristus memberitakan kabar baik, yaitu Injil sehingga umat yang telah terpenjarakan oleh kuasa dosa dan hukuman Allah diselamatkan (1Ptr. 3:20). Dalam keheningan Sabtu Sunyi, umat merayakan karya keselamatan Allah di dalam Kristus yang telah menembus dimensi waktu dan kematian. Kita dimampukan untuk mengatasi setiap pengalaman kedukaan dengan membangun harapan.

Selaku manusia kita sering kehilangan harapan saat terpuruk dalam kedukaan. Namun, kegelapan dan kesuraman di dalam kedukaan telah diubah Kristus menjadi harapan yang pasti. Bahkan, di dalam Kristus, kita selaku umat percaya mengalami kehidupan baru yang bermakna. [Pdt. Yohanes Bambang Mulyono]

REFLEKSI:
Ya Kristus, biarlah di dalam rangkulan kasih-Mu setiap kami mampu mengubah kedukaan menjadi harapan yang bermakna. Amin.

Ayat Pendukung: Ayb. 14:1-14/Rat. 3:1-9, 19-24; Mzm. 31:2-5, 16-17; 1Ptr. 4:1-8; Mat. 27:57-66/Yoh. 19:38-42
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kekuatan Kelembutan Hati
    Matius 12:15-21
    Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan keadilan...
  • Allah Memulihkan Relasi Yang Rusak
    Kejadian 33:1-17
    Tetapi, Esau berlari mendapatkan dia, mendekapnya, memeluk lehernya, lalu diciumnya dia. Mereka pun bertangis-tangisan. (Kejadian 33:4) Sarah sedang membereskan...
  • Keajaiban Allah Dalam Diriku
    Mazmur 139:13-18
    … Betapa ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (Mazmur 139:14) Pagi itu, Geybie menyuapi putrinya, Holly. Ia...
  • Bercahaya Dalam Kerajaan Bapa
    Matius 13:24-30, 36-43
    Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam kerajaan Bapa mereka. (Matius 13:43a) Di sebuah kota, hidup...
  • Jujur Dan Berintegritas
    Matius 7:15-20
    Jadi, dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (Matius 7:20) Pak Budi, seorang pengusaha kecil, duduk di meja kerjanya. Pikirannya...