Kebebasan Dalam Perjanjian Dengan-Nya

Ulangan 18:15-20; Mazmur 111; Korintus 8:1-13; Markus 1:21-28

Belum ada komentar 365 Views

Konon, seorang gembala yang memiliki kawanan domba, membuat pagar-pagar pembatas bagi kawanan dombanya. Domba-domba itu pun terlihat hidup nyaman dan pergi kesana-kemari dalam ruang lingkup pagar pembatasnya. Suatu saat, ia melepas pagar-pagar pembatas yang dahulu ia pasang agar domba-dombanya bisa bergerak dengan lebih bebas. Namun, apa yang terjadi? Kini dombanya tampak gelisah karena merasa tidak lagi terlindung dari bahaya yang ada di dekat mereka.

Dari ilustrasi di atas, kita bisa melihat bahwa terikat atau bebas adalah masalah cara pandang. Oleh karena itu, kalau kita melihat perjanjian Allah dengan manusia sebagai sesuatu yang membatasi hidup kita, maka mustahil kita merasa nyaman di dalamnya. Tetapi, perlu kita sadari bahwa perjanjian-perjanjian Allah adalah perjanjian keselamatan bagi umat manusia! Berulang kali Alkitab menyaksikan bahwa perjanjian Allah adalah perjanjian yang menyelamatkan manusia, yang berpuncak pada keselamatan manusia dari dosa lewat pengurbanan Kristus di kayu salib.

Kesadaran akan kesetiaan Allah akan janji keselamatan-Nya inilah yang akhirnya membuat penulis Mazmur 111 secara pribadi ingin bersaksi akan betapa agungnya perbuatan-perbuatan TUHAN di dalam hidupnya. Ia ini berkata, “Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya” (Mazmur 111:9). Penulis mazmur melihat bahwa penyertaan Tuhan baginya bukan sebuah kekangan. Dengan penyertaan Allah yang tidak berkesudahan, ia merasa aman, dan dengan demikian, merasakan sebuah kebebasan juga.

Kiranya kesaksian pemazmur ini dapat senantiasa menguatkan kita bahwa perjanjian Allah bagi manusia senantiasa membawa kebebasan dalam hidup kita. Mari, kita bersama-sama mensyukuri kasih setia Allah terhadap manusia!

CEB

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...
  • Pemberian
    Di Minggu ini, kita akan bersama diajak untuk merenungkan satu tema, yaitu Makna dalam Peristiwa Pemberian. Kisah percakapan antara...