Kebebasan Dalam Perjanjian Dengan-Nya

Ulangan 18:15-20; Mazmur 111; Korintus 8:1-13; Markus 1:21-28

Belum ada komentar 542 Views

Konon, seorang gembala yang memiliki kawanan domba, membuat pagar-pagar pembatas bagi kawanan dombanya. Domba-domba itu pun terlihat hidup nyaman dan pergi kesana-kemari dalam ruang lingkup pagar pembatasnya. Suatu saat, ia melepas pagar-pagar pembatas yang dahulu ia pasang agar domba-dombanya bisa bergerak dengan lebih bebas. Namun, apa yang terjadi? Kini dombanya tampak gelisah karena merasa tidak lagi terlindung dari bahaya yang ada di dekat mereka.

Dari ilustrasi di atas, kita bisa melihat bahwa terikat atau bebas adalah masalah cara pandang. Oleh karena itu, kalau kita melihat perjanjian Allah dengan manusia sebagai sesuatu yang membatasi hidup kita, maka mustahil kita merasa nyaman di dalamnya. Tetapi, perlu kita sadari bahwa perjanjian-perjanjian Allah adalah perjanjian keselamatan bagi umat manusia! Berulang kali Alkitab menyaksikan bahwa perjanjian Allah adalah perjanjian yang menyelamatkan manusia, yang berpuncak pada keselamatan manusia dari dosa lewat pengurbanan Kristus di kayu salib.

Kesadaran akan kesetiaan Allah akan janji keselamatan-Nya inilah yang akhirnya membuat penulis Mazmur 111 secara pribadi ingin bersaksi akan betapa agungnya perbuatan-perbuatan TUHAN di dalam hidupnya. Ia ini berkata, “Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya” (Mazmur 111:9). Penulis mazmur melihat bahwa penyertaan Tuhan baginya bukan sebuah kekangan. Dengan penyertaan Allah yang tidak berkesudahan, ia merasa aman, dan dengan demikian, merasakan sebuah kebebasan juga.

Kiranya kesaksian pemazmur ini dapat senantiasa menguatkan kita bahwa perjanjian Allah bagi manusia senantiasa membawa kebebasan dalam hidup kita. Mari, kita bersama-sama mensyukuri kasih setia Allah terhadap manusia!

CEB

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Rumah Tanpa Alibi
    Matius 22:34-46
    Dalam bacaan ini, Yesus menghadapi pertanyaan dari orang-orang Farisi dan kemudian bertanya tentang identitas Mesias. Percakapan tersebut mengajak kita...
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...