Kebebasan Dalam Perjanjian Dengan-Nya

Ulangan 18:15-20; Mazmur 111; Korintus 8:1-13; Markus 1:21-28

Belum ada komentar 332 Views

Konon, seorang gembala yang memiliki kawanan domba, membuat pagar-pagar pembatas bagi kawanan dombanya. Domba-domba itu pun terlihat hidup nyaman dan pergi kesana-kemari dalam ruang lingkup pagar pembatasnya. Suatu saat, ia melepas pagar-pagar pembatas yang dahulu ia pasang agar domba-dombanya bisa bergerak dengan lebih bebas. Namun, apa yang terjadi? Kini dombanya tampak gelisah karena merasa tidak lagi terlindung dari bahaya yang ada di dekat mereka.

Dari ilustrasi di atas, kita bisa melihat bahwa terikat atau bebas adalah masalah cara pandang. Oleh karena itu, kalau kita melihat perjanjian Allah dengan manusia sebagai sesuatu yang membatasi hidup kita, maka mustahil kita merasa nyaman di dalamnya. Tetapi, perlu kita sadari bahwa perjanjian-perjanjian Allah adalah perjanjian keselamatan bagi umat manusia! Berulang kali Alkitab menyaksikan bahwa perjanjian Allah adalah perjanjian yang menyelamatkan manusia, yang berpuncak pada keselamatan manusia dari dosa lewat pengurbanan Kristus di kayu salib.

Kesadaran akan kesetiaan Allah akan janji keselamatan-Nya inilah yang akhirnya membuat penulis Mazmur 111 secara pribadi ingin bersaksi akan betapa agungnya perbuatan-perbuatan TUHAN di dalam hidupnya. Ia ini berkata, “Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya” (Mazmur 111:9). Penulis mazmur melihat bahwa penyertaan Tuhan baginya bukan sebuah kekangan. Dengan penyertaan Allah yang tidak berkesudahan, ia merasa aman, dan dengan demikian, merasakan sebuah kebebasan juga.

Kiranya kesaksian pemazmur ini dapat senantiasa menguatkan kita bahwa perjanjian Allah bagi manusia senantiasa membawa kebebasan dalam hidup kita. Mari, kita bersama-sama mensyukuri kasih setia Allah terhadap manusia!

CEB

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
  • Schooling Fish
    Yesaya 45:1-7; Mazmur 96:1-9; 1 Tesalonika 1:1-10; Matius 22:15-22
    Bayangkan saja kalau kita menjadi seekor ikan kecil. Kalau saja kita diberikan pilihan untuk hidup di akuarium atau di...
  • Rasa Haus
    Air menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan. Banyak hal membutuhkan air. Mulai dari tubuh manusia sebagian besar terdiri...
  • Apa yang kita letakkan pertama?
    Yesaya 5:1-7; Mazmur 80:8-16; Filipi 3:4-14; Matius 21:33-46
    “Selalu ada yang pertama untuk segalanya.” Apa anda pernah mendengar kalimat tersebut? Ya, sebagian besar dari kita tentu akan...
  • Hidup Dalam Keramahan Dan Cinta
    Yehezkiel 18: 1-4, 25-32 Mazmur 25: 1-9 Filipi 2: 1-13. Matius 21: 23-32
    Perubahan ke arah yang lebih baik adalah dambaan semua orang. Saya yakin dan percaya bahwa semua orang, tanpa kecuali...
Kegiatan