Kebangkitan

Yohanes 20:1-18

Belum ada komentar 32 Views

Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa kehilangan. Tak satupun yang ingat akan janji-Nya bahwa ia akan bangkit, kecuali seorang perempuan bernama Maria Magdalena.

Maria Magdalena dalam dukanya yang mendalam memilih datang menghampiri mayat Yesus yang terbaring dikuburan. Pagi-pagi buta, waktu yang ia pilih, waktu hening dan tenang. Dalam pergulatan hatinya, ia menemukan bahwa Yesus tidak lagi berada di kuburan. Seketika yang terlintas dipikirannya adalah Yesus yang telah diambil orang dari kuburnya (ay.2). Dengan setiap tenaganya dan dalam kekalutan hatinya, ia berlari dan mendapati Petrus dan juga seorang murid yang Yesus kasihi. Kabar itupun menghantarkan ketiga orang ini, untuk kembali memeriksa apakah benar Yesus telah hilang dari kubur.

Ya benar, Yesus sudah tidak lagi berada di tempat la dibaringkan terakhir kali. Setelah melihat bahwa Yesus tidak lagi berada di kubur, Petrus dan murid yang dikasihi Yesus pulang ke rumah. Namun Maria Magdalena tetap berdiri dekat kubur itu dan menangis. Mungkin luka yang kembali terluka, rasa kehilangan yang kedua kalinya. la hanya ingin menguburkan Yesus dengan layak, menghormati-Nya karna setiap tindakan kasih-Nya. Namun untuk kedua kalinya ia menemukan Yesus yang tidak ada. Dalam luka yang terluka, ia mendengar suara : “Maria!”. Seketika ia berpaling, menyadari suara yang tak asing, dan jawabnya “Rabuni” yang artinya guru.

Sang Guru, ia bangkit menyatakan kuasa-Nya, mengutus seorang perempuan yang dalam rapuh untuk memberitakan bahwa ia telah bangkit. Maria Magdalena pun pergi dan berkata kepada para murid “Aku telah melihat Tuhan!” (ay. 18). Kuasa kebangkitan-Nya kiranya dapat kita respon selayaknya perempuan rapuh itu, Maria Magdalena. Dia yang dalam duka tetap berpengharapan pada janji kuasa-Nya dan sabar menanti suka cita kebangkitan Yesus. Sekaligus dalam pengharapan, ia menyaksikan bahwa ia telah melihat Tuhan.

ASC

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • The Power of Empathy
    Seorang profesor di sebuah universitas di hari pertama perkualiahan, berdiri dengan tegak di depan mahasiswanya dan memberikan sebuah pendahuluan...
  • Harta Paling Berharga
    Pada umumnya orang merasa bahwa harta yang paling berharga adalah uang. Dengan uang, mereka akan dapat membeli apa pun...
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...