Keajaiban Natal: Keajaiban Persahabatan

Luk. 1:39-55

Belum ada komentar 140 Views

Pernahkah saudara pergi dalam keadaan hamil ke pegunungan tanpa kendaraan yang memadai?

Maria pernah. Dia pergi ke seorang sahabat yang dia tahu pastinya akan merentangkan tangan membuka diri dengan persoalan yang Maria hadapi. Di kala dunia tidak bisa mengerti dirinya, Maria tahu ada seorang di pegunungan yang dapat menerima dirinya dan bayi yang ada dalam kandungannya tanpa penolakan, keraguan bahkan merendahkan Maria.

Keajaiban terjadi, saat Maria datang justru Elisabet yang dipenuhi kuasa Roh Kudus memberkati Maria, Ibu Yesus. Seorang yang sedang gundah atas tuduhan masyarakat di satu sisi, tetapi sedang mencoba taat pada kehendak Tuhan di sisi lain.

Saudara dan saya mungkin pernah atau akan mengalami pengalaman dimana tidak ada seorangpun dapat mendukung kita. Sekalipun kita tahu bahwa kita berjalan bersama Tuhan, namun terlalu banyak penolakan yang menjadi resikonya. Ingatlah bahwa Maria pernah mengalami itu dan Tuhan memakai Maria untuk mengalami kuasa Roh Kudus yang membebaskan dia dari ketakutan, kegundahan dan ketidakmengertiannya. Dan Tuhan bisa memakai seorang sahabat untuk menyampaikan kuasa-Nya itu.

Kini, percayakah kita juga bahwa Tuhan dengan kuasa Roh Kudusnya akan menuntun kita mengalami pengalaman persahabatan yang menakjubkan sehingga Tuhan akan memberi seorang sahabat yang menjadi wakil Tuhan bagi saudara? Atau, justru Tuhan mau memakai saudara di bulan ini dan nanti untuk menjadi keajaiban buat sesama. Sehingga orang akan menyebut saudara, “Sahabat yang dikirim Tuhan bagiku.”

Doa: Bapa di Surga, berikan kami sahabat dimana kuasa Tuhan bekerja melaluinya. Namun lebih dari itu, jadikanku sahabat bagi mereka yang membutuhkan keajaiban Tuhan dalam hidupnya. Dalam Kristus yang memungkinkan semua itu kami berdoa. Amin.

RJS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan