Kasut 137: MENYAKSIKAN KEBAIKAN TUHAN

Belum ada komentar 295 Views

Apakah yang dimaksudkan dengan “menyaksikan”? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, verba ini bisa berarti: melihat untuk membuktikan, melihat dengan sesungguhnya, atau mengetahui (menghadiri) selaku saksi; menyatakan kebenaran.

Ada peran berbeda antara menyaksikan suatu peristiwa secara pasif, dan mengalami atau terlibat di dalamnya secara aktif. Pengertian yang pertama menunjukkan keingintahuan atau kekaguman, seperti banyak orang pada zaman Yesus yang berdesak-desakan menunggu kedatangan-Nya untuk menyaksikan mukjizat-mukjizat-Nya. Namun pengertian yang kedua mengandung kesediaan untuk menyatakan kebenaran yang dapat mengubah hidup orang lain dan menyelamatkannya. Motivasi apakah yang mendasari kesaksian kita?

Pada tanggal 10 Februari yang lalu Pdt. Tumpal Tobing secara struktural telah mengakhiri pelayanannya di GKI PI sebagai pendeta tugas khusus Sekolah Tirtamarta-BPK Penabur dalam kebaktian emeritasi yang dihadiri oleh sejumlah undangan terbatas dan disiarkan secara online melalui youtube. Selamat memasuki masa emeritus, Pak Tumpal!

Masa pandemi ini membuat gereja menyesuaikan berbagai kegiatannya untuk tetap menjangkau jemaat dengan kasih. Salah satunya adalah pelayanan Komisi Perlawatan pada saat kedukaan yang membutuhkan kecekatan dalam bertindak, hikmat dalam memutuskan, dan kepedulian yang tulus dalam merangkul keluarga yang berduka. Juga Tim GPB GKIPI yang pergi ke daerah-daerah pascabencana untuk memberikan bantuan moril dan materiel.

Dalam edisi ini kita akan berkenalan dengan para juru bahasa isyarat yang sangat membantu kaum tuli untuk mengikuti ibadah Minggu dengan baik. Pengalaman mereka memperkaya pengetahuan kita dan meningkatkan apresiasi kita pada pelayanan yang khusus ini.

Mari mengenali beberapa jenis vaksin yang memberi kekebalan kepada kita dalam memerangi virus COVID-19 yang berbahaya ini, juga kiat-kiat yang berguna untuk menjaga kebugaran kita. Jangan lupa menikmati artikel-artikel menarik lainnya yang menambah wawasan dan pengetahuan kita.

Selamat Tahun Baru Imlek bagi yang merayakannya. Tuhan memberkati kita semua!

 

| Redaksi



Majalah Kasut NO. 137 ( TAHUN XXV/JANUARI-FEBRUARI 2021), Unduh Disini >

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Majalah Kasut
  • Kasut 142: Merengkuh Terang
    Pernahkah Anda memasuki lorong yang panjang dan gelap? Meskipun berbekal senter atau lampu, sinarnya yang redup tidak dapat mengusir...
  • Kasut 141: Harta Paling Berharga
    “Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Mat. 6:21). Harta apa yang paling berharga bagi Anda? Jawabannya...
  • Kasut 140: Cukup Saja, Cukup?
    CUKUP SAJA, CUKUP? Rasa cukup biasanya berkaitan dengan kepuasan dan kebahagiaan. Namun apa yang saat ini dirasakan cukup, bisa...
  • Kasut 139: BERSYUKURLAH
    Terkadang kita sulit meluangkan waktu untuk mengucap syukur kepada Tuhan. Pandemi COVID-19 yang berkepanjangan ini membuat kita lebih mudah...