Kasih-KU Melintasi Batas, Bagaimana dengan Kasihmu?

Yohanes 15:9-17

Belum ada komentar 35 Views

Yohanes 15: 9 berkata, “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu…” Kasih adalah hal yang sangat sering dibicarakan di kehidupan kristiani. Bahkan Tuhan Yesus saja di dalam kehidupan dan karya-Nya banyak berbicara tentang kasih. Kasih menjadi corak penting dalarm ajaran Kristen. Sepertinya tidak mungkin bagi seorang Kristen untuk tidak mengetahui tentang kasih. Hanya saja, tidak pula semua orang Kristen melakukannya.

Kita percaya bahwa kasih Allah dalam kehidupan adalah nyata. Tuhan Yesus sendiri menunjukkan kasih Allah dalam karya keselamatan di kayu salib. Seakan Allah menembus batas-batas yang memisahkan manusia daripada-Nya. Allah menjadi manusia, hidup diantara manusia lainnya, dan menyelamatkan manusia dari dosa. Sebuah tindakan kasih yang sangat besar dari Allah kepada seluruh ciptaan yang dikasih-Nya. Lantas apa yang seharusnya dilakukan oleh orang percaya?

Orang percaya itu seperti kran air. Setiap kran air pasti memiliki sumber air untuk dialirkan dan Allah adalah sumber yang tidak pernah habis. Pertanyaanya bagi kita, “Apakah kasih yang sudah kita rasakan, kita alirkan pula di dalam kehidupan sehari-hari?” Kran air yang tidak pernah dibuka, biasanya akan mengeluarkan air yang keruh dan sedikit berbau ketika dibuka kembali . Kita sudah menerima dan sadarakan kasih Allah yang begitu besar. Maka dari itu, kita pun perlu untuk melakukannya di dalam kehidupan sehari-hari. Seperti kran air yang menerima air dari sumbernya, untuk selanjutnya dialirkan agar kehidupan menjadi lebih bermakna tidak seperti air yang keruh.

Pada bagian Yohanes 15:16 tertulis, “Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap,” Begitu pula pada Yohanes 15:17, “Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.” Allah mau kita hidup di dalam kasih-Nya, dan sebagai seseorang yang hidup di dalam Tuhan maka perlu juga melakukan tugas untuk mengasihi sesama,

Kehidupan kristiani bukanlah seperti kran yang tertutup melain kran yang mampu terus terbuka untuk mengalirkan air karena kita memiliki sumber yang berlimpah. Yohanes 1:14 mengatakan, “Firman telah menjadi manusia.” Dalam bahasa Yunani berbunyi “Logos sarx egeneto” atau “Firman telah menjadi daging.” Arti sederhananya bahwa dalam mengasihi manusia Allah tidak hanya berkata-kata, melainkan per- kataan dan segala firman-Nya menjadi nyata melalui Yesus Kristus.

Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kehidupan kristiani yang sering membahas tentang kasih hanyalah berupa kata-kata? Ataukah kita juga terpanggil untuk menjadikan itu nyata di dalam kehidupan kita? Kita tidak sekedar menikmati kasih Allah, tetapi juga terpanggil untuk menghadirkannya di dunia. Tidak sekedar berbicara dan mendengarkan tentang kasih, tetapi kasih itu dinyatakan melalui perbuatan terhadap sesama. Mari saling mengasihi! (LS)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Kerajaan Allah: Bukan Lokasi dan Situasi
    Lukas 4:16-21, Lukas 11:11-13
    Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Lk. 4:21) Kerajaan Allah...
  • Kembali ke Kilometer Nol
    Yeremia 6:16, Yohanes 3:5-8
    Beginilah firman TUHAN: “Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik,...
  • (Tak) ‘Ku Tahu ‘Kan Hari Esok
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan...
  • Melampaui Usia, Menggugah Karya
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Tahukah Saudara arti kata ageisme? Ageisme atau ageism (dibaca : agis) adalah diskriminasi berdasarkan usia. Mungkin kita tidak familier...
  • Melampaui Stigma, Mencipta Persahabatan
    Setiap perjumpaan selalu melahirkan kesan baik yang positif maupun negatif. Kesan-kesan itu berkumpul, berkelindan, dan melekat sedemikian rupa sehingga...