Kasih dan Setia

Amsal 3:1-12

Belum ada komentar 1760 Views

Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu. (Ams. 3:3)

Salah seorang dosen di Fuller Theological Seminary, USA memiliki seorang istri yang menderita multiple sclerosis. Ini adalah penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf pusat, terutama otak, saraf tulang belakang, dan saraf mata. Penderitanya mati secara perlahan-lahan, bisa sampai puluhan tahun. Dosen itu sudah mengetahui keadaan calon istrinya sejak mereka masih pacaran. Namun, toh demikian, ia tetap mencintai istrinya sampai dipanggil Tuhan, setelah lebih dari 40 tahun mereka menikah.

Amsal mengingatkan supaya kita memiliki kasih dan setia dalam hubungan kita dengan Tuhan maupun sesama kita. Kasih adalah cinta yang kita berikan kepada seseorang karena orang tersebut memiliki sesuatu yang kita inginkan. Kita mengasihi Tuhan karena Ia memberkati dan melindungi kita. Kita mengasihi sesama kita karena kita tidak mungkin bisa hidup sendiri di dunia ini.

Tetapi kasih saja tidak cukup. Kita juga membutuhkan setia, yaitu komitmen. Dalam bahasa aslinya emeth adalah istilah dari mana kita mendapatkan kata amin, yang sesungguh- sungguhnya. Kasih harus diimbangi dengan kesetiaan, komitmen. Setia adalah cinta yang sungguh-sungguh, yang kita berikan kepada seseorang, meskipun orang tersebut tidak memiliki apa yang kita inginkan. Kita setia pada Tuhan, meskipun sering kali kita tidak bisa memahami jalan Tuhan. Kita juga setia pada para sahabat kita, meskipun terkadang kita terluka. [Pdt. Paulus Sugeng Widjaja]

REFLEKSI:
Tanpa kasih, maka yang ada hanyalah pengorbanan. Tetapi tanpa setia, maka yang ada adalah egoisme. Keduanya harus ada seiring.

Ayat Pendukung: Mzm. 110; Ams. 3:1-12; Yak. 4:11-17
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • IMITASI
    Efesus 5:1-6
    Sebab itu, sebagai anak-anak yang terkasih, teladanilah Allah. (Efesus 5:1) Seorang anak cenderung meniru perilaku orangtuanya. Proses ini dikenal...
  • Cinta Dan Pengorbanan
    Matius 26:6-13
    “Untuk apa pemborosan ini?” (Matius 26:8b) Ungkapan “cinta perlu pengorbanan” sering digunakan untuk menggambarkan bukti cinta yang sejati. Secara...
  • Pikiran Tuhan
    Roma 11:33-36
    Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? (Roma 11:34) Pengalaman yang panjang dan proses...
  • Hampir Sama Seperti Allah
    Mazmur 8
    Namun, Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah….(Mazmur 8:6a) Para pegiat lingkungan memperkirakan bahwa Indonesia kehilangan sekitar 10 juta...
  • SIAPAKAH AKU?
    Matius 16:13-20
    Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” (Matius 16:15) Saat ini, media sosial telah menjadi salah...