Kasih dan Kesetiaan Tuhan

Mazmur 117

Belum ada komentar 3005 Views

Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya! (Mzm. 117:2)

Mazmur 117 adalah pasal paling pendek dalam Alkitab. Pasal itu terdiri atas dua ayat saja. Namun, ketika kita merenungkan kedua ayat itu kita akan menyadari Mazmur ini berbicara tentang perkara yang sangat luas.

“Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya”. Ada dua hal penting yang dinyatakan pemazmur 117, yaitu kasih dan kesetiaan Tuhan. Bagi pemazmur, kasih dan kesetiaan Tuhan tak dapat dipisahkan: kasih Tuhan itu hebat dan kesetiaan-Nya tak berkesudahan. Pemazmur menyatakan bahwa Tuhan adalah sahabat yang selalu hadir di sepanjang perjalanan hidup, bahkan di sepanjang kehidupan umat Israel. Ketika ia dekat dengan Tuhan, Tuhan dekat dengannya. Ketika ia jauh dari Tuhan, Tuhan tetap dekat kepadanya. Itulah maksud “kesetiaan-Nya untuk selama-lamanya.” Karena merasakan kasih Tuhan yang hebat dan kesetiaan Tuhan yang tak berkesudahan, pemazmur berseru: “Haleluya!” Inilah seruan yang keluar dari hati yang bersyukur dan bersukacita. Rasa syukur dan sukacita atas kasih dan kesetiaan Tuhan mendorongnya untuk hidup memuliakan Tuhan.

Perjalanan hidup kita di dunia memang berliku-liku dan berbatu-batu. Ada banyak tantangan dan pergumulan yang kita hadapi. Pemazmur mengingatkan kita bahwa kasih Tuhan itu hebat dan kesetiaan-Nya tak berkesudahan. Bersyukur dan bersukacitalah selalu dalam hidup ini. Pujilah dan megahkanlah Tuhan di sepanjang perjalanan hidup kita. [Pdt. Hendri M. Sendjaja]

REFLEKSI:
Hidup dalam kasih dan kesetiaan Tuhan adalah hidup yang menyatakan syukur senantiasa.

Ayat Pendukung: Mzm. 117; Yer. 30:18-24; Why. 22:8-21
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • BERBUAH
    Matius 21:18-22
    Di pinggir jalan la melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi la tidak menemukann apa-apa pada pohon itu...
  • Menghargai Proses
    Keluaran 12:29-42
    Malam itulah TUHAN berjaga-jaga untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Itulah juga malam untuk semua orang Israel turun...
  • Tuhanlah Penjagaku
    Mazmur 121
    TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. (Mazmur 121:5) Penulis pernah melawat seorang oma yang berusia hampir sembilan...
  • Jangan Mempermalukan
    Matius 18:15-20
    “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan engkau, engkau telah mendapatnya kembali” (Matius...
  • KEMUNAFIKAN
    Matius 23:29-36
    Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai Kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah...