Karunia Berbelarasa

Kisah Para Rasul 11:27-30

Belum ada komentar 149 Views

Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing …. (Kis. 11:29)

“Anak saya yang pertama punya keahlian di bidang musik. Anak yang kedua leadership-nya sangat bagus. Anak yang ketiga sudah menunjukkan ketertarikannya pada dunia robotik. Namun, saya bingung dengan anak saya yang keempat. Sepertinya dia tidak punya bakat apa-apa selain baik hati.” Mungkin tidak semua orang sepakat bahwa kebaikan hati adalah bakat. Namun, tidakkah kita sepakat bahwa kebaikan hati juga adalah karunia?

Dalam kehidupan jemaat mula-mula, setelah orang-orang percaya memberi diri dibaptis, Roh Kudus memperlengkapi mereka dengan berbagai-bagai karunia untuk melayani. Ada karunia untuk mengajar, berbahasa Roh, bernubuat, dan karunia lain. Alkitab mengatakan Agabus adalah seorang percaya yang mendapat karunia bernubuat. Ia menubuatkan bahwa akan ada bencana kelaparan yang besar melanda seluruh dunia.

Karunia bernubuat Agabus memang penting, tetapi bukan hanya karunia itu yang membuat gereja pada akhirnya dapat mengumpulkan sumbangan. Ada karunia lain pada para murid, yakni karunia berbelarasa. Karunia berbelarasa berwujud kasih dan kebaikan hati, serta kemampuan merasakan apa yang orang lain rasakan. Dengan karunia ini, para murid yang telah mengetahui akan adanya bahaya kelaparan terdorong untuk mengumpulkan sumbangan dan membagikannya kepada yang membutuhkan. Apabila kita menghargai karunia ini sebagaimana karunia yang lain, pekerjaan Tuhan akan lebih banyak dinyatakan melalui kita. [Pdt. Agetta Putri Awijaya]

REFLEKSI:
Karunia berbelarasa memampukan kita untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan Tuhan bagi orang-orang yang membutuhkan.

Ayat Pendukung: Mzm. 133; 2Sam. 1:4-27; Kis. 11:27-30
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Patutkah Marah?
    Yunus 4:1-11
    Tetapi, firman TUHAN, “Patutkah engkau marah?” (Yunus 4:4) Banyak orang beranggapan bahwa marah adalah hal yang lumrah dan manusiawi....
  • Hormati Kemurahan Allah
    Mazmur 51
    Kurban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang remuk redam dan penuh penyesalan tidak akan Kau pandang...
  • PAMER
    Matius 6:1-6, 16-21
    Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (Matius 6:18b) Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, muncullah suatu...
  • Tak Berjalan Sendirian
    1 Raja-raja 19:9-18
    Tetapi, Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, semua orang yang tidak berlutut menyembah Ba’al dan mulutnya tidak...
  • Kesabaran Allah
    Mazmur 78:17-20, 52-55
    Ketika Ia menggiring umat-Nya seperti domba-domba, dan memimpin mereka seperti kawanan hewan di padang gurun; ketika Ia menuntun mereka...