Kantong Yang Baru

Lukas 5:33-39

Belum ada komentar 53 Views

“Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.” (Luk. 5:38)

Isi yang berkualitas sangat penting. Namun, isi tersebut akan terbuang percuma jika tempat penampungnya usang dan lapuk. Isi dan wadah merupakan satu kesatuan. Wadah perlu diperbarui dahulu agar mampu menampung nilai-nilai kekekalan dan kekudusan. Merupakan salah kaprah ketika spiritualitas dimaknai hanya pada bagian nilai-nilai rohani, terlepas dari kesehatan fisik. Padahal, spiritualitas senantiasa bersifat utuh dan menyeluruh.

Dalam hidup sehari-hari, bibit yang unggul tidak akan tumbuh apabila tanah belum diolah dan dipupuk. Pengetahuan yang bermanfaat tidak dapat dicerna bilamana pikiran dan hati para siswa tidak disiapkan lebih dahulu. Kesiapan ladang hati sangat penting untuk menerima benih-benih kebenaran. Hati manusia perlu diperbarui dahulu agar mampu menerima kebenaran ilahi. Tanpa pembaruan diri, orang-orang dunia hanya mampu mengkritisi kebenaran Injil dari sudut lahiriah belaka, misalnya ritual berpuasa (Mrk. 2:18).

Mengganti “kantong yang lama” menjadi baru bukan sekadar tindakan teknis. Perubahan “kantong” tersebut berkaitan dengan pembaruan mindset. Dengan paradigma yang baru, setiap umat seharusnya mampu memiliki kapasitas rohani yang transformatif. Cara pandang itu memampukan setiap umat untuk mengalami hidup yang berarti dan jauh dari kehampaan. Bukti iman kepada Kristus ditandai oleh cara pandang yang baru sehingga kita melihat dari perspektif ilahi. [Pdt. Yohanes Bambang Mulyono]

REFLEKSI:
Ajaran Kristus akan membawa pembaruan, jikalau kantong hati kita juga telah dibarui.

Ayat Pendukung: Mzm. 145; Kid. 4:9-5:1; Luk. 5:33-39
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Sahabat Dalam Perjalanan
    Lukas 24:13-35
    Lalu kedua orang itu pun menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenali Dia pada waktu...
  • Tanpa Pamrih
    Lukas 14:12-14
    Tetapi, apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh,…. Engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai...
  • Damai Di Tengah Badai
    Yesaya 26:1-4
    Yang teguh hatinya Kaujaga dengan damai sejahtera, …sebab kepada-Mulah ia percaya. Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah...
  • Merespons Kasih Tuhan
    Mazmur 116:1-4, 12-19
    Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? (Mazmur 116:12) Rasa syukur bukan hanya tentang mengucapkan terima kasih, tetapi...
  • Tanda Yunus
    Matius 12:38-42
    Jawab-Nya kepada mereka, “Generasi yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan...