Kamu Adalah Garam Dunia

Matius 5:13

Belum ada komentar 102 Views

Garam merupakan contoh sederhana yang digunakan Tuhan Yesus untuk menjelaskan suatu nilai dan manfaat hidup yang begitu penting. Kehidupan itu sia-sia jika tidak memberi manfaat. Sebutan “Kamu adalah Garam dunia”, menunjuk pada suatu identitas diri dan karakter orang percaya. Garam dapat dimanfaatkan untuk mengawetkan ikan, memberi cita-rasa dalam makanan, menyuburkan tanaman, dan sebagainya. Dengan demikian diharapkan keberadaan orang percaya dalam masyarakat dapat memberikan pengharapan, seperti misalnya tanah yang gersang setelah ditaburi garam, dapat menjadi subur kembali, lingkungan yang dulunya menakutkan menjadi indah dan elok. Orang-orang yang sudah mulai tawar hati kembali memperoleh semangat hidup.

Setiap tanggal 4 Februari dunia memeringatinya sebagai Hari Kanker. Saat seperti ini merupakan kesempatan mereflesikan, bagaimana menurunkan dampak dari penyakit yang sangat merusak ini dan sekaligus apa upaya yang bisa dilakukan bagi saudara-saudara kita yang menderita kanker.

Tema Hari Kanker mulai tahun 2016 ini adalah “We Can. I Can.” Melalui tema ini diharapkan “Kita dan saya” mau terlibat melakukan pencegahan kanker, mulai dari deteksi dini, vaksinasi, hingga menjaga pola hidup.

Garam memang hanya bagian kecil dari seluruh masakan, hanya satu sendok makan untuk seluruh masakan. Namun yang kecil itu dapat memberi dampak yang besar, memberi rasa enak, nyaman, nikmat dan menguatkan. Suatu perhatian, penghargaan, yang kecil dan sederhana terhadap para penderita kanker, dapat memberi perbedaan dalam diri mereka, tapi juga sekaligus dalam diri kita sendiri untuk melakukan pencegahan sedini mungkin. Namun sesuatu tindakan yang kecil tidak selalu gampang, untuk itu dibutuhkan tekad untuk mau melakukannya. Apakah kita terpanggil untuk mau melakukan yang kecil ini ?

(tt)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • #kekelamandosa #belaskasihAllah #datangdanpulihkanlah
    Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:2-8, 18-20; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37
    Hari ini kita memasuki masa Advent (adventus = kedatangan). Dalam empat minggu sebelum Natal, kita akan berada dalam masa...
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
Kegiatan