Kamu Adalah Garam Dunia

Matius 5:13

Belum ada komentar 99 Views

Garam merupakan contoh sederhana yang digunakan Tuhan Yesus untuk menjelaskan suatu nilai dan manfaat hidup yang begitu penting. Kehidupan itu sia-sia jika tidak memberi manfaat. Sebutan “Kamu adalah Garam dunia”, menunjuk pada suatu identitas diri dan karakter orang percaya. Garam dapat dimanfaatkan untuk mengawetkan ikan, memberi cita-rasa dalam makanan, menyuburkan tanaman, dan sebagainya. Dengan demikian diharapkan keberadaan orang percaya dalam masyarakat dapat memberikan pengharapan, seperti misalnya tanah yang gersang setelah ditaburi garam, dapat menjadi subur kembali, lingkungan yang dulunya menakutkan menjadi indah dan elok. Orang-orang yang sudah mulai tawar hati kembali memperoleh semangat hidup.

Setiap tanggal 4 Februari dunia memeringatinya sebagai Hari Kanker. Saat seperti ini merupakan kesempatan mereflesikan, bagaimana menurunkan dampak dari penyakit yang sangat merusak ini dan sekaligus apa upaya yang bisa dilakukan bagi saudara-saudara kita yang menderita kanker.

Tema Hari Kanker mulai tahun 2016 ini adalah “We Can. I Can.” Melalui tema ini diharapkan “Kita dan saya” mau terlibat melakukan pencegahan kanker, mulai dari deteksi dini, vaksinasi, hingga menjaga pola hidup.

Garam memang hanya bagian kecil dari seluruh masakan, hanya satu sendok makan untuk seluruh masakan. Namun yang kecil itu dapat memberi dampak yang besar, memberi rasa enak, nyaman, nikmat dan menguatkan. Suatu perhatian, penghargaan, yang kecil dan sederhana terhadap para penderita kanker, dapat memberi perbedaan dalam diri mereka, tapi juga sekaligus dalam diri kita sendiri untuk melakukan pencegahan sedini mungkin. Namun sesuatu tindakan yang kecil tidak selalu gampang, untuk itu dibutuhkan tekad untuk mau melakukannya. Apakah kita terpanggil untuk mau melakukan yang kecil ini ?

(tt)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • kebangkitan
    Kehidupan, Kematian Dan Kebangkitan
    Dalam janji pernikahan selalu ditutup dengan pernyataan: ‘sampai kematian memisahkan kita’. Satu penutup sebuah janji yang kurang menyenangkan! Kenapa...
  • putih salju
    Ketika Kita Menjadi Putih Seperti Salju
    Yesaya 1:10-18
    Resiko punya mobil warna putih, ya harus sering-sering dicuci. Apalagi di musim hujan. Warna putih membuat kotor sedikit langsung...
  • Engkau Menabur, Engkau Menuai
    Lukas 18 : 9 - 14
    Dari perumpamaan yang Yesus sampaikan mengenai orang Farisi dan Pemungut Cukai, kita dapat melihat bagaimana tindakan dan sikap batin...
  • Belalah Hakku!
    Hak dan kewajiban selalu menjadi satu rangkaian tak terpisahkan. Katakanlah anak memiliki hak untuk dididik dengan baik, pada saat...
  • Ruang
    Rangkullah dan Beri Ruang!
    Seorang teman berujar bahwa dunia ini semakin sempit. Sumber daya terbatas, pekerjaan terbatas, dan semua serba terbatas. Perkataannya itu...
Kegiatan