Kamu adalah garam dan terang dunia

Kamu adalah garam dan terang dunia

Matius 5:13-20

Belum ada komentar 1192 Views

Peningkatan aktifitas religius mestinya berbanding terbalik dengan index korupsi. Mengapa demikian? Karena tidak ada satu agamapun yang mengajarkan umatnya untuk melakukan korupsi. Faktanya? Aktifitas religius di Indonesia sungguh meningkat. Mesjid penuh, gereja penuh begitu juga dengan tempat ibadah agama lain. Aktifitas religius makin marak, mulai dari pengajian, Bible study sampai model berpakaianpun mengikuti mode religius. Tetapi bukannya korupsi makin berkurang, malahan meningkat. Pelakunya bahkan dari orang-orang yang dikenal sangat religius.

Kenyataan ini menjadi tanda, bahwa agama seringkali hanya ‘berada’ dengan segala tanda-tandanya, tetapi tidak bermakna (tidak berfungsi). Layaknya sebuah peralatan elektronik yang ada di hadapan kita, tetapi tidak berfungsi, apa gunanya? Di sinilah pernyataan Yesus: ‘Kamu adalah garam dan terang dunia’ lalu menjadi penting. Melalui ungkapan ini, Yesus mau mengingatkan kita, bahwa IDENTITAS kita adalah garam dan terang dunia. Menjadi garam dan terang dunia adalah sesuatu yang melekat dalam diri kita sebagai gerejaNya dan anak-anakNya.

Namun identitas tidaklah berguna ketika tidak berfungsi. Garam tidak ada artinya kalau tawar. Terang tidak berarti kalau diletakkan di bawah gantang. Dan seringkali justru hal itu yang terjadi. Gereja ada dengan segala tanda-tandanya. Ibadah minggunya, liturginya, nyanyiannya, atributnya, dari stola, warna liturgis, lilin, Alkitab dll. Tetapi ketika gereja tidak berfungsi menerangi kegelapan dunia ini, gereja tidak mampu menggarami dunia ini, apalah artinya?

Gereja dan anak-anak Tuhan lalu menjadi seperti orang Farisi dan ahli Taurat yang memang sangat rajin menjalankan ibadah, kaya dengan atribut religiusnya tetapi tidak berfungsi sebagai garam dan terang dunia. Kepada gereja yang seperti itu Tuhan Yesus berfirman: ‘Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari hidup keagamaan ahli Taurat dan orang Farisi, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga’.
Bagaimana dengan kita?

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...