Jiwa Yang Haus

Mazmur 42

Belum ada komentar 513 Views

Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? (Mzm. 42:3)

Sekitar 70% dari tubuh manusia terdiri dari air. Air menjadi bagian penting bagi tubuh manusia dan menentukan kelangsungan hidup. Jika kekurangan air, maka organ-organ vital mengalami gangguan fungsi. Dalam keseharian, manusia dapat bertahan hidup tanpa makanan sekitar 1 bulan, bahkan sampai 2 bulan. Tetapi, jika manusia hidup tanpa air 2 hari saja, maka kerusakan organ tubuh pun terjadi. Otak mulai membengkak, fungsinya pun mulai menurun, sel-sel tubuh menyusut, rasa mual dan kering terjadi jika kita kekurangan minum.

Pemazmur menyadari betapa haus dirinya kepada Allah. Pada saat kesukaran datang dan ia mengalami kegelisahan, semakin rindu ia datang kepada Tuhan. Kerinduan itu bagaikan perasaan haus yang membuatnya terus berjalan mencari Tuhan karena Tuhan adalah Sumber yang benar. Pemazmur percaya bahwa Allah yang berkuasa atas siang maupun malam dan memberikan kelegaan kepada manusia. Oleh sebab itu, pemazmur bersyukur kepada Allah yang memuaskan jiwanya.

Pernahkah kita merasa begitu rindu untuk datang kepada Tuhan? Seakan-akan segala yang ada menjadi tak berarti dan kita menikmati saat-saat doa kita kepada Tuhan. Atau, sebuah lagu pujian menjadi begitu berarti dan membuat kita begitu dekat kepada Tuhan. Itulah saat-saat jiwa kita haus. Minumlah, biarkan jiwa kita segar untuk berjalan kembali. (Pdt. Novita Sutanto) 

DOA:

Tuhan, puaskanlah jiwa kami dengan kasih setia-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 42; Yes. 29:17-24; Kis. 5:12-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menyambut Undangan Perjamuan
    Matius 22:1-14
    Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Karena itu, pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan...
  • Tradisi Versus Injil
    Markus 2:18-22
    Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal yang...
  • Memandang Allah
    Keluaran 24:9-11
    Tetapi, la tidak melayangkan tangan-Nya terhadap pemuka-pemuka Israel. Mereka memandang Allah, lalu makan dan minum. (Keluaran 24:11) Dalam beberapa...
  • Penyesalan Yang Tulus
    Mazmur 106:1-6, 19-23
    Kami dan nenek moyang kami telah berbuat dosa, kami telah bersalah, telah berbuat fasik. (Mazmur 106:6) Ada ungkapan bahwa...
  • Bahaya Betah Dengan Kekuasaan
    Yohanes 11:45-57
    Mulai hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. (Yohanes 11:53) Kekuasaan—lebih tepatnya, persoalan kepada siapa kekuasaan untuk memimpin dipercayakan...