Jiwa Yang Haus

Mazmur 42

Belum ada komentar 511 Views

Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? (Mzm. 42:3)

Sekitar 70% dari tubuh manusia terdiri dari air. Air menjadi bagian penting bagi tubuh manusia dan menentukan kelangsungan hidup. Jika kekurangan air, maka organ-organ vital mengalami gangguan fungsi. Dalam keseharian, manusia dapat bertahan hidup tanpa makanan sekitar 1 bulan, bahkan sampai 2 bulan. Tetapi, jika manusia hidup tanpa air 2 hari saja, maka kerusakan organ tubuh pun terjadi. Otak mulai membengkak, fungsinya pun mulai menurun, sel-sel tubuh menyusut, rasa mual dan kering terjadi jika kita kekurangan minum.

Pemazmur menyadari betapa haus dirinya kepada Allah. Pada saat kesukaran datang dan ia mengalami kegelisahan, semakin rindu ia datang kepada Tuhan. Kerinduan itu bagaikan perasaan haus yang membuatnya terus berjalan mencari Tuhan karena Tuhan adalah Sumber yang benar. Pemazmur percaya bahwa Allah yang berkuasa atas siang maupun malam dan memberikan kelegaan kepada manusia. Oleh sebab itu, pemazmur bersyukur kepada Allah yang memuaskan jiwanya.

Pernahkah kita merasa begitu rindu untuk datang kepada Tuhan? Seakan-akan segala yang ada menjadi tak berarti dan kita menikmati saat-saat doa kita kepada Tuhan. Atau, sebuah lagu pujian menjadi begitu berarti dan membuat kita begitu dekat kepada Tuhan. Itulah saat-saat jiwa kita haus. Minumlah, biarkan jiwa kita segar untuk berjalan kembali. (Pdt. Novita Sutanto) 

DOA:

Tuhan, puaskanlah jiwa kami dengan kasih setia-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 42; Yes. 29:17-24; Kis. 5:12-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...
  • Menceritakan Tuhan
    Mazmur 78:1-4, 12-16
    Tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian. (Mazmur 78:4) Topik apa...
  • YANG TERBESAR
    Matius 18:1-5
    Oleh sebab itu, siapa saja yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan...
  • Syukuri Masa Kini
    Bilangan 11:1-9
    Suatu ketika bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang kemalangan mereka. Mendengar itu menyalalah murka TUHAN. Lalu api TUHAN...