Jemaat yang Hidup

Jemaat yang Hidup

Belum ada komentar 31 Views

Pagi itu saya mencoba mencari gereja yang tidak terlalu jauh dari rumah. Saya akhirnya memilih sebuah gereja yang hanya berjarak 2 kilometer. Saat membuka pintu dan disambut hangat oleh seorang bapak, saya dan anak saya duduk di kursi belakang. Barulah kami sadari bahwa seluruh anggota jemaat yang hadir adalah orang berkulit hitam, Afrika Amerika. Bagi saya tidak masalah, walau hampir setiap orang yang duduk di depan menengok ke arah kami sebagai pendatang baru. Namun yang membuat anak saya terkesan adalah karena dalam setiap kalimat yang dinyatakan, pemimpin ibadah menggunakan kata “Amin”. Kira-kira demikian,

P: Saudara-saudara, anak saya minggu depan akan sekolah ke luar kota.
J: Amin
P: Tolong doakan agar anak saya dapat sekolah dengan baik.
J: Amin
P: Tuhan itu sangat baik bagi keluarga saya dan juga anda.
J: Amin
P: Mari kita bersyukur karena kebaikan Tuhan itu.
J: Amin

Dan masih banyak kata “Amin” lainnya yang mengikuti setiap kalimat yang dilontarkan sang pemimpin. Saya bertanya dalam hati, inikah bukti jemaat yang hidup?

Hal yang menarik bagi saya adalah saat pulang dan melanjutkan hidup saya sehari- hari. Beberapa kali saya menyatakan sebuah harapan atau pendapat kepada anak saya. Dengan spontan kadang dia menjawab, “Amin”. Saya bertanya-tanya kembali, apakah ini bukti anggota jemaat yang yang hidup?

Jemaat yang hidup adalah saat jemaat meyakini bahwa Tuhan yang diberitakan adalah Tuhan yang berpesan, Tuhan yang berjanji dan Tuhan yang akan terus memelihara. Keyakinan itu terbukti bukan hanya saat kita mengatakan “Amin”* saja. Tetapi sebuah jemaat disebut hidup saat kita sama-sama aktif mewujudkan hidup saling memahami, saling berbagi, saling memelihara iman dan dengan gembira dan tulus hati memuji Tuhan bersama. Apakah di ulang tahun GKI PI ini kita merayakan sukacitanya sebagai jemaat yang hidup… dan kita adalah salah satu di dalamnya? Selamat ulang tahun!

“Preach the Gospel at all times, and when necessary, use words.”
St. Francis of Assisi

 

Riajos

*Amin artinya sungguh, pasti, benar.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...