Jemaat yang Hidup

Jemaat yang Hidup

Belum ada komentar 18 Views

Pagi itu saya mencoba mencari gereja yang tidak terlalu jauh dari rumah. Saya akhirnya memilih sebuah gereja yang hanya berjarak 2 kilometer. Saat membuka pintu dan disambut hangat oleh seorang bapak, saya dan anak saya duduk di kursi belakang. Barulah kami sadari bahwa seluruh anggota jemaat yang hadir adalah orang berkulit hitam, Afrika Amerika. Bagi saya tidak masalah, walau hampir setiap orang yang duduk di depan menengok ke arah kami sebagai pendatang baru. Namun yang membuat anak saya terkesan adalah karena dalam setiap kalimat yang dinyatakan, pemimpin ibadah menggunakan kata “Amin”. Kira-kira demikian,

P: Saudara-saudara, anak saya minggu depan akan sekolah ke luar kota.
J: Amin
P: Tolong doakan agar anak saya dapat sekolah dengan baik.
J: Amin
P: Tuhan itu sangat baik bagi keluarga saya dan juga anda.
J: Amin
P: Mari kita bersyukur karena kebaikan Tuhan itu.
J: Amin

Dan masih banyak kata “Amin” lainnya yang mengikuti setiap kalimat yang dilontarkan sang pemimpin. Saya bertanya dalam hati, inikah bukti jemaat yang hidup?

Hal yang menarik bagi saya adalah saat pulang dan melanjutkan hidup saya sehari- hari. Beberapa kali saya menyatakan sebuah harapan atau pendapat kepada anak saya. Dengan spontan kadang dia menjawab, “Amin”. Saya bertanya-tanya kembali, apakah ini bukti anggota jemaat yang yang hidup?

Jemaat yang hidup adalah saat jemaat meyakini bahwa Tuhan yang diberitakan adalah Tuhan yang berpesan, Tuhan yang berjanji dan Tuhan yang akan terus memelihara. Keyakinan itu terbukti bukan hanya saat kita mengatakan “Amin”* saja. Tetapi sebuah jemaat disebut hidup saat kita sama-sama aktif mewujudkan hidup saling memahami, saling berbagi, saling memelihara iman dan dengan gembira dan tulus hati memuji Tuhan bersama. Apakah di ulang tahun GKI PI ini kita merayakan sukacitanya sebagai jemaat yang hidup… dan kita adalah salah satu di dalamnya? Selamat ulang tahun!

“Preach the Gospel at all times, and when necessary, use words.”
St. Francis of Assisi

 

Riajos

*Amin artinya sungguh, pasti, benar.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Kerajaan Allah: Bukan Lokasi dan Situasi
    Lukas 4:16-21, Lukas 11:11-13
    Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Lk. 4:21) Kerajaan Allah...
  • Kembali ke Kilometer Nol
    Yeremia 6:16, Yohanes 3:5-8
    Beginilah firman TUHAN: “Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik,...
  • (Tak) ‘Ku Tahu ‘Kan Hari Esok
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan...
  • Melampaui Usia, Menggugah Karya
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Tahukah Saudara arti kata ageisme? Ageisme atau ageism (dibaca : agis) adalah diskriminasi berdasarkan usia. Mungkin kita tidak familier...
  • Melampaui Stigma, Mencipta Persahabatan
    Setiap perjumpaan selalu melahirkan kesan baik yang positif maupun negatif. Kesan-kesan itu berkumpul, berkelindan, dan melekat sedemikian rupa sehingga...