Jangan Takut, Percaya Saja

TIGA UNGKAPAN TAK PERCAYA DAN DUA CARA YESUS Markus 4:35-41

Belum ada komentar 34 Views

Kisah Yesus meredakan badai di danau sangat menawan. Kisah ini sampai ditulis oleh tiga injil pertama: Matius 8:23-27, Markus 4:35-41, dan Lukas 8:22-25. Jika Anda punya waktu, bacalah dan bandingkanlah ketiga versi ini. Ketiganya sama-sama menampilkan situasi gawat yang melanda perahu Yesus dan para murid-Nya. Ketiganya sama-sama mencatat bahwa Yesus justru tertidur seolah-olah Ia tak peduli dengan masalah yang menimpa mereka. Namun ada dua perbedaan menarik dari ketiga injil ini.

Perbedaan pertama terletak pada ungkapan hati para murid kepada Yesus setelah mereka membangunkan-Nya. Para murid di dalam versi Matius berseru dalam keputusasaan, “Tuhan, tolonglah, kita binasa” (Mat. 8:25). Di dalam versi Markus, para murid lebih menunjukkan sikap jengkel pada ketidakpedulian Yesus, “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” (Mrk. 4:38). Kemudian, di dalam versi Lukas, para murid mengklaim seolah-olah kematian sudah pasti akan datang, “Guru, Guru, kita binasa!” (Luk. 8:24). Sungguh berbeda bukan. Itulah tiga kemungkinan—mungkin dari banyak kemungkinan lainnya—yang kita tampilkan ketika menghadapi persoalan genting: putus asa, marah, atau pasrah.

Apapun sikap kita kala menghadapi masalah, Yesus adalah Sang Penolong. Ia bangun dan menyelesaikan persoalan para murid. Namun, terlihat perbedaan kedua dalam cara Yesus menyelesaikan masalah itu. Di dalam ketiga injil, Yesus meredakan ombak ganas itu dan menegur ketidakpercayaan para murid. Yang berbeda adalah urutannya. Di dalam Injil Matius dan Lukas, Yesus menegur sikap tak percaya para murid kemudian Ia meneduhkan ombak itu. Sebaliknya, di dalam versi Markus, Yesus menghardik ketidakpercayaan para murid dulu, sebelum akhirnya ia meredakan badai. Dan demikianlah cara Yesus menyelesaikan masalah kita juga. Ada kalanya, Ia menyelesaikan hati ini barulah masalah kita; ada kalanya sebaliknya yang terjadi. Tak jarang, memang, seberat apa pun masalah hidup kita, jika kita percaya, kita akan mampu menghadapi masalah itu. Sebaliknya, seringan apa pun badai hidup kita, jika kita tak percaya, persoalan itu akan terasa begitu besar dan kita tak berdaya. Intinya sederhana: Jangan takut, percayalah! Yesus bersama kita.

Ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • The Power of Empathy
    Seorang profesor di sebuah universitas di hari pertama perkualiahan, berdiri dengan tegak di depan mahasiswanya dan memberikan sebuah pendahuluan...
  • Harta Paling Berharga
    Pada umumnya orang merasa bahwa harta yang paling berharga adalah uang. Dengan uang, mereka akan dapat membeli apa pun...
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...