Jangan Khawatir — Beribadahlah

Belum ada komentar 72 Views

Bacaan Hari ini:
Matius 6: 31-34 “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Bagaimana Anda tahu bahwa Anda sedang tidak mengalami persekutuan dengan Tuhan?
Anda khawatir.

Anda tidak bisa menyembah Tuhan dan di saat bersamaan khawatir. Sebab setiap kali Anda khawatir, Anda lupa betapa Tuhan mengasihi Anda. Khawatir itu bagaikan seorang ateis, itu membuat Anda bertindak dan berpikir seolah-olah tidak punya Tuhan.

Yesus berkata, “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Matius 6: 31-34).

Yesus memberi tahu kita bahwa ada satu kebenaran yang jauh lebih penting daripada apa pun yang kita khawatirkan: Kita punya Bapa surgawi yang menciptakan kita, yang mengasihi kita, yang menginginkan yang terbaik untuk kita, dan yang mengawasi kita. Dia sedang bekerja untuk mendatangkan kebaikan untuk kita dan telah memperlihatkan kita begitu banyak bukti atas kesetiaan-Nya.

Khawatir berarti berpura-pura tidak tahu itu semua.

Anak saya Josh tidak suka naik pesawat saat terjadi turbulensi. Beberapa tahun lalu, kami mengalami turbulensi yang tanpa henti. Setelah turun dari pesawat, Josh berkata pada saya, “Pada saat itu, saya harus memutuskan apakah saya akan menjadi khawatir atau sebaliknya, menyembah Tuhan. Jadi, ketimbang menjadi khawatir, saya memasang earphone saya dan mendengarkan banyak lagu-lagu pujian.”

Ada dua reaksi. Anda menjadi khawatir atau beribadah menyembah Tuhan sepanjang hidup Anda. Anda akan menjadi panik atau berdoa. Anda akan melihat masalah Anda atau melihat Tuhan.

Yang mana yang akan Anda pilih?

Renungkan hal ini:
– Apa pemicu yang paling umum atas kekhawatiran dalam hidup Anda?
– Apa dampak kekhawatiran yang terihat dalam hidup Anda? Bagaimana hal itu menghalangi Anda untuk sepenuhnya percaya dan ikut Tuhan?
– Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengingatkan diri Anda sendiri untuk memilih untuk menyembah Tuhan ketimbang menjadi khawatir?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 126-128; 1 Korintus 10:19-33

Dalam tinggal tenang dan percaya pada Tuhan, di sana terletak kekuatan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Ikut Menghadirkan Kerajaan Surga
    Matius 13:31-33, 44-52
    “Kerajaan Surga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diaduk ke dalam tepung terigu sebanyak empat puluh liter...
  • TANDA SALIB
    Matius 12:38-42
    … demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. (Matius 12:40b) Udin merasa...
  • Tidak Ada Yang Kebetulan
    Kejadian 29:9-14
    Selagi ia berbicara dengan mereka, datanglah Rahel dengan kambing domba ayahnya, sebab dialah yang menggembalakannya. (Kejadian 29:9) Banu sedang...
  • Kasih Bagi Ribuan Generasi
    Mazmur 105:1-11,45b
    Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang ditetapkan-Nya bagi seribu generasi. (Mazmur 105:8) Sore itu, di teras rumahnya,...
  • Kekuatan Kelembutan Hati
    Matius 12:15-21
    Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan keadilan...