Tetapi, Ia bersifat penyayang, Ia mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; berkali-kali Ia menahan murka-Nya dan tidak membangkitkan segenap amarah-Nya. (Mazmur 78:38)
Pernahkah Saudara berhadapan dengan orang yang bebal dan keras kepala serta menganggap dirinya benar? Biasanya, orang tersebut cenderung ngotot dan bersikeras pada pendiriannya. Bahkan, ia melakukan hal yang salah berulang-ulang tanpa merasa bersalah. Berhadapan dengan orang seperti itu biasanya membuat kita marah dan kapok sehingga tidak mau berurusan lagi dengannya.
Bangsa Israel terkenal sebagai bangsa yang bebal dan tegar tengkuk karena mereka sering kali memberontak kepada TUHAN. Berulang kali TUHAN menunjukkan kuasa dan kasih-Nya dengan menyelamatkan bangsa Israel dari Mesir melalui sepuluh tulah, membuat mereka dapat melewati Laut Teberau dengan selamat, serta memelihara mereka di padang gurun. Namun, bangsa Israel masih saja berbuat dosa melalui sungut-sungut mereka yang mencobai TUHAN. Berulang kali pula mereka tidak percaya kepada kuasa TUHAN yang sanggup menolong mereka. Namun, meskipun mereka tidak setia, TUHAN tetap setia. Ia terus mengampuni kesalahan mereka dan menahan murka-Nya. Kasih Allah yang besar nyata dalam karya-Nya yang mendatangkan kebaikan bagi umat-Nya.
Tuhan yang penyayang mengingatkan kita bahwa sebagai anak-anak-Nya, kita harus memiliki kasih yang mau mengampuni kesalahan orang lain dan tetap memberikan kesempatan untuk perubahan yang lebih baik. Mohonlah kepada Tuhan agar Ia menambahkan kasih dalam diri kita sehingga kita mampu melakukannya. [Pdt. Melani Ajub, S.Th., M.Pd.]
REFLEKSI:
Jangan kapok untuk memberikan pengampunan dan menunjukkan kasih kita kepada orang yang membuat kita kesal.
Ayat Pendukung: Yos. 24:25-33; Mzm. 78; 1 Kor. 14:20-25
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.




Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.