Jangan Dibiarkan!

Imamat 5:1-13

Belum ada komentar 84 Views

Apabila seseorang berbuat dosa, yakni jika ia mendengar kata-kata kutuk, dan dia adalah saksi karena melihat atau mengetahui tetapi tidak memberi keterangan, maka ia harus menanggung kesalahannya itu. (Imamat 5:1)

Trotoar adalah tempat bagi pejalan kaki. Apabila kita mendapati pedagang yang berjualan di trotoar, apakah kita akan menegurnya, atau malah ikut membeli dagangannya? Jangan-jangan, selama ini kita mengetahui bahwa berdagang di trotoar adalah hal yang salah, tetapi kita membiarkan saja trotoar itu dipenuhi oleh pedagang karena hal itu sudah menjadi kebiasaan sejak lama.

Hukum Taurat yang dipegang oleh Bangsa Israel mencakup banyak peraturan. Secara detail, peraturan-peraturan itu berjumlah lebih dari dua ratus, dan mengatur kehidupan beragama orang Yahudi. Hal yang menjadi sorotan pada ayat 1 adalah mengenai “pembiaran”. Firman Tuhan mencatat bahwa apabila seseorang menyaksikan tindakan kesalahan tetapi tidak melaporkannya, maka orang tersebut pun dianggap bersalah. Artinya, pembiaran terhadap suatu tindakan pelanggaran atau kesalahan juga merupakan kesalahan. Seseorang yang menyaksikan tindakan kesalahan dapat terhindar dari hukuman apabila ia punya keberanian untuk melaporkan dan menjadi saksi atas kesalahan yang dilihatnya.

Kita pun dipanggil untuk menjadi saksi atas tindakan pelanggaran hukum yang kita ketahui. Jangan membiarkan suatu kesalahan, karena hal itu akan merugikan banyak pihak dan akan menjadi kebiasaan yang buruk. Terkadang, pelaku yang kita tegur akan merasa dirinya benar. Maka, kita pun harus memakai cara yang tepat dalam memperingatkan pelaku. Kesalahan dan pelanggaran dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu kita harus selalu waspada dan peka terhadap keadaan lingkungan sekitar di tempat kita berada. [Pdt. Yosafat Simatupang]

DOA:
Ya Tuhan ajar kami untuk selalu waspada dan mempunyai keberanian untuk menegur tindakan yang salah dengan cara yang tepat. Amin.

Ayat Pendukung: Im. 5:1-13; Mzm. 38; Luk. 17:1-1
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • JANGAN LENGAH
    Matius 24:36-44
    “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga’.’ (Matius 24:44)...
  • Belajar Percaya Penuh
    Kejadian 6:11-22
    Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya. (Kejadian 6:22) Dalam pergaulan dan komunikasi...
  • Kecenderungan Hati
    Kejadian 6:1-10
    TUHAN meiihat betapa besarnya kejahatan manusia di bumi, dan segaia kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. (Kejadian 6:5) Dalam...
  • Doa Bagi Indonesia
    Mazmur 122
    Berdoalah untuk damai sejahtera Yerusalem, “Kiranya orang-orang yang mencintaimu hidup sentosa’.’ (Mazmur 122:6) Apakah Saudara bangga menjadi orang Indonesia?...
  • Dikagumi dan Dibenci
    Yesaya 60:8-16
    Sebagai ganti keadaanmu dahulu, ketika engkau ditinggalkan, dibenci, dan tidak dilalui seorang pun, sekarang Aku akan membuat engkau menjadi...