Jalan Serta Yesus

Ulangan 6:1-9

Belum ada komentar 297 Views

Adakah orang Kristen yang tidak berjalan bersama Tuhan Yesus?

Seorang pengusaha muda Kristen yang sangat teguh prinsip Kristennya suatu kali bertemu dengan seorang pemimpin Kristen muda. Mereka membicarakan keputusan bisnis yang diambil oleh sang pengusaha namun secara jelas-jelas tidak sesuai dengan prinsip yang selama ini dia pegang. “Lho… koq begitu Pak?” jawabnya, “Ini masalah bisnis. Jadi beda…”

Padahal Gary Thomas mengatakan bahwa justru spiritualitas yang tidak sehat salah satunya adalah saat seorang memisahkan antara yang secular (sekuler) dengan yang sacred (suci). Sebab orang Kristen tidak hidup dengan standart ganda. Akibatnya, kita tidak akan dapat merasakan sukacitanya hidup yang sesungguhnya di dalam Kristus karena justru saat kita menerapkan prinsip hidup Kristen dalam kehidupan sehari-hari disitulah kita menerima janji Tuhan (Yohanes 15:11).

Israel sudah mengalami bagaimana Tuhan berjalan memimpin di depan mereka. Israel juga mengalami bagaimana tangan Tuhan mendorong mereka menyeberang laut merah saat dikejar Mesir dari belakang. Tuhan sudah menunjukkan cintaNya dalam segala keadaan. Kini Israel tahu bahwa hidup mereka hanyalah untuk mencintai Tuhan yang mencintai mereka. Teladan mencintai Tuhan itulah yang mereka tunjukkan kepada anak-cucu mereka.

Hari ini Tuhan juga mengingatkan kita untuk berjalan bersama Yesus.

  1. Apakah kita mengalami cinta Tuhan yang berlimpah sehingga kita siap menunjukkan cinta kita dalam setiap langkah, keputusan, tingkah laku dan reaksi kita terhadap apapun kita lakukan?
  2. Apakah cinta kita kepada Tuhan berdampak saat kita berbisnis, berelasi, berencana, berlibur, bercakap-cakap, bereaksi terhadap kecelakaan, sakit penyakit, keputusan yang mendadak, maupun dalam membesarkan anak?

Ya Bapa, hujani kami dengan cintaMu agar kami selalu mengingatnya sebagai landasan kami mencintaiMu dalam setiap langkah hidup kami. Amin.

RJS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan