berhenti

Ingat Untuk berhenti !

Ulangan 5:12-15

Belum ada komentar 193 Views

Bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja? Apa pilihan kita? Pastinya, bekerja adalah perintah Tuhan, untuk melakukan sesuatu bagi orang lain. Namun orang yang bekerja dibatasi waktu untuk beristirahat.

Hukum Tuhan yang ke 4 : Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang diperintahkan Tuhan Allahmu kepadamu. (ayat 12). Sabat artinya berhenti, beristirahat atau melepaskan. Sabat dimulai setelah Tuhan menciptakan langit, bumi dan segala isinya selama 6 hari. Kemudian Tuhan beristirahat. Selanjutnya, Sabat menjadi ketetapan bagi manusia untuk beristirahat dari bekerja. Intinya, manusia sebagai gambar Allah (Imago Dei) dalam hidup dan berkarya menyerupai Tuhan. Maka Makna Ingat dan kuduskan hari Sabat dilihat dari perspektif Allah.

Ingat untuk berhenti bukan berarti menjadikan hari Sabat sebagai hari beristirahat dari berkerja atau berlibur dari segala aktivitas. Tetapi hari Sabat adalah saat berhenti mengurusi keperluan diri sendiri dan Ingat untuk memikirkan orang lain (sesama ), seluruh alam ciptaan bahkan Tuhan.

Berhenti, supaya dapat menghormati Tuhan dengan berefleksi tentang segala pekerjaan yang sudah dilakukan selama 6 hari. Apakah pekerjaan kita telah memuliakan Tuhan dengan menjadi berkat bagi manusia dan alam ciptaan ataukah masih berorientasi pada diri sendiri. Jadi, apa pilihan kita : bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja? Apapun pilihan kita, mesti ingat untuk berhenti. Kita dan orang-orang yang kita karyakan. Tuhan memberkati kita.

LS.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Bertobat dan Percayalah
    Dalam pembacaan Injil minggu ini, Yesus mengatakan empat hal yang sangat tajam dan jelas. Dua yang pertama adalah pernyataan...
  • Filipus dan Natanael
    Yohanes 1:43-51
    Injil Yohanes dalam bacaan minggu ini menunjukkan dua tipe orang beriman. Filipus yang merujuk pada Musa dan kitab Taurat,...
  • TOHU WABOHU
    Kejadian 1:1-5 dan Markus 1:4-11
    Dengan apik penulis Injil Markus menuliskan sebuah keterangan bahwa seruan pertobatan Yohanes Pembaptis justru disampaikan di tengah padang gurun...
  • Sang Kekal Diam Bersama Kita
    Yohanes 1:14
    Seorang sastrawan bernama Goenawan Moehamad menulis sebuah catatan, “Selalu ada yang bisa mengerikan dalam hubungan dengan sejarah. Tapi pada...
  • Simeon: Siap Mati dan Berani Hidup
    Lukas 2:29-30
    Salah satu sisi kelam dari pandemi Covid-19 yang paling mendukakan kita semua adalah terenggutnya kehidupan orang-orang yang kita kasihi...