IMITATIO DEI

1 Yohanes 1:3-10

Belum ada komentar 135 Views

Jika kita katakan bahwa kita mempunyai persekutuan dengan Dia, tetapi kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan tidak melakukan kebenaran. (1 Yohanes 1:6)

Bila kita bergaul erat dengan seseorang yang sangat kita hormati, maka disadari atau tidak pengaruh orang tersebut akan meresapi diri kita. Seringkali baik disadari ataupun tidak kita menjadi imitasi dari orang tersebut. Itu merupakan proses yang sangat wajar yang niscaya dialami oleh setiap orang.

Bila seseorang mengatakan bahwa ia memiliki persekutuan dengan Allah, tetapi ia hidup dalam kegelapan, maka sesungguhnya ia berdusta. Memiliki persekutuan dengan Allah artinya memiliki relasi yang sangat akrab dengan Allah. Artinya Allah meresapi seluruh sendi kehidupan orang tersebut, sehingga disadari atau tidak sudah pasti pengaruh Allah juga sangat kuat menguasai orang tersebut. Ia akan menjadi orang yang menjaga dan memelihara kekudusan hidupnya. Sama seperti yang dikatakan dalam Imamat 19:2: “Hendaklah kamu kudus, sebab Aku, TUHAN Allahmu, kudus”. Maka tidak mungkin seseorang yang mengaku memiliki persekutuan dengan Allah pada saat yang bersamaan ia hidup dalam kegelapan atau kejahatan.

Firman Tuhan ini memberi kita suatu cara membuktikan apakah kita sungguh-sungguh memiliki persekutuan dengan Allah. Satu-satunya cara membuktikan apakah kita hidup dalam terang ataukah dalam kegelapan adalah apakah kita hidup dengan menjaga kekudusan ataukah hidup dalam dosa dan kejahatan. Memiliki persekutuan dengan Allah berarti juga menjadi imitatio Dei, gambar dan rupa Allah. [Pdt. Mungki A. Sasmita]

DOA:
Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk sungguh-sungguh memiliki persekutuan dengan Engkau, supaya kami juga menjadi gambar dan rupa Allah. Amin.

Ayat Pendukung: Dan. 9: 1-14; Mzm. 25: 1-10; 1 Yoh. 1: 3-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Restart Rohani
    Kejadian 35:1-4
    “Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel. Aku akan membuat mezbah di sana bagi Allah yang telah menjawab aku...
  • Kuangkat Hatiku Kepada-Mu
    Mazmur 86:1-10
    Buatlah hati hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat hatiku. (Mazmur 86:4) Seorang pria duduk sendirian di bangku panjang...
  • Dengan Segenap Hati
    Mazmur 86:11-17
    Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. (Mazmur 86:12) Seorang pemuda...
  • Kuasa-Nya Menyembuhkan
    Lukas 6:12-19
    Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu....
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...