penderitaan

Iman Di Tengah Penderitaan

Lukas 23:42

Belum ada komentar 334 Views

Minggu Penutup Masa Biasa sebelum Minggu Adven yang pertama disebut sebagai Minggu Kristus Raja. Apa maknanya bagi kita sebagai pengikut Kristus ? Peristiwa terakhir kehidupan Yesus menuju kematian digambarkan dengan tragis dan dramatis (Luk.23), namun justru dalam peristiwa ini lah ditunjukkan kualitas diri Yesus sebagai Raja, penguasa kehidupan yang taat pada kehendak dan rencana Allah. Godaan paling berat yang dialami Yesus adalah turun dari kayu salib dan mengalahkan para pengoloknya dengan satu kalimat bertuah, tetapi kendati Ia tahu bahwa Ia sesungguhnya Raja dengan kekuasaan dan kekuatan yang tidak terbatas, Ia tidak boleh tergoda memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi yang egois. Dan di sini lah Yesus punya kemampuan mengendalikan diri yang sangat kuat sehingga dengan demikian Ia mampu bisa memusatkan perhatiannya pada penggenapan karya keselamatan yang dirancang Bapa-Nya melalui kehidupan dan pengorbanan diri-Nya di kayu salib.

Bercermin dari sikap Tuhan Yesus, kita harus selalu waspada untuk tidak tergoda memanfaatkan hidup kita untuk kepentingan pribadi, melainkan fokus pada kehendak Tuhan. Dengan jujur harus diakui, setiap kali kita dihadapkan pada situasi yang sulit yang mengarahkan pada penderitaan, maka dengan serta merta kita akan mencari cara apapun untuk menghindarkannya. Karena pada dasarnya manusia tidak suka jika harus mengalami penderitaan, padahal justru dalam penderitaan untuk mewujudkan kehendak Tuhan lah, kita semakin memahami tujuan kehidupan kita yang sebenarnya. Ketaatan dalam penderitaan adalah batu uji iman kita, apakah kita bersedia menjadikan Kristus sebagai Raja dalam kehidupan kita atau kita tetap menjadikan diri kita sebagai penguasa kehidupan ini. Semoga Tuhan menolong kita.

TT

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan