Iman : Aku Percaya dan Taat

Iman : Aku Percaya dan Taat

Belum ada komentar 989 Views

Ada seorang pemain akrobat yang sangat ahli melakukan segala aksi akrobat yang sangat berbahaya. Setiap penampilannya selalu membangkitkan decak kagum dari para penonton. Ia selalu mampu melakukan atraksi dengan mulus tanpa kesalahan.

Suatu ketika pemain akrobat ini akan mencoba atraksi yang baru dan berbahaya yaitu berjalan di seutas tali yang merentang di antara dua buah tebing yang sangat tinggi. Sebelum ia melakukannya, ia bertanya kepada para penonton: “Apakah saudara percaya bahwa saya bisa melakukan atraksi ini?” Penonton menjawabnya: “kami percaya”.

Lalu pemain akrobat itu memulai aksinya. Ia meniti tali itu selangkah demi selangkah dan akhirnya selamat sampai di seberang. Kemudian pemain akrobat ini bertanya lagi kepada penontonnya:”Saudara percaya dengan kemampuan saya?” Penonton berseru: “tentu kami percaya, kami sudah melihatnya”.

Lalu ia bertanya: “siapakah diantara saudara yang bersedia dengan saya meniti tali tersebut, saya akan mengendong saudara dan kita akan meniti bersama”. Tetapi tidak ada jawaban sama sekali dari penonton dan tidak ada seorang pun menerima tawarannya.

Ilustrasi tadi sesungguhnya sering kali menggambarkan sikap kita ketika kita dengan begitu yakin berseru bahwa kita percaya kepadaNya. Kita sering mengakui bahwa Allah adalah pihak yang berkuasa atas langit dan bumi. Di dalam kuasaNya, Ia dapat melakukan segala sesuatu sebab tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Tetapi tiba saatnya ketika harus menyerahkan diri seutuhnya kepadaNya, membiarkan diri kita digendong olehNya meniti perjalanan hidup yang curam, kita mulai menjadi ragu. Kita mengatakan percaya dan yakin kuasaNya tetapi kita ragu untuk taat melakukan perintahNya.

Iman adalah sikap mengakui serta tunduk kepada kemahakuasaan Allah sekaligus mengandung unsur penyerahan diri secara penuh dan kemauan untuk mentaati apa yang menjadi tuntutan dari penyerahan diri tersebut. Beriman adalah sikap mengakui, tunduk, berserah dan taat kepada Sang Khalik.

Pada hakekatnya iman, suatu tindakan yang melibatkan seluruh kepribadian manusia secara utuh. Mari kita beriman kepadaNya dengan menunjukkan ketotalitasan diri kita, mempercayai digendong olehNya dalam kuasa Allah dengan ketaatan melakukan kehendakNya.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Schooling Fish
    Yesaya 45:1-7; Mazmur 96:1-9; 1 Tesalonika 1:1-10; Matius 22:15-22
    Bayangkan saja kalau kita menjadi seekor ikan kecil. Kalau saja kita diberikan pilihan untuk hidup di akuarium atau di...
  • Rasa Haus
    Air menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan. Banyak hal membutuhkan air. Mulai dari tubuh manusia sebagian besar terdiri...
  • Apa yang kita letakkan pertama?
    Yesaya 5:1-7; Mazmur 80:8-16; Filipi 3:4-14; Matius 21:33-46
    “Selalu ada yang pertama untuk segalanya.” Apa anda pernah mendengar kalimat tersebut? Ya, sebagian besar dari kita tentu akan...
  • Hidup Dalam Keramahan Dan Cinta
    Yehezkiel 18: 1-4, 25-32 Mazmur 25: 1-9 Filipi 2: 1-13. Matius 21: 23-32
    Perubahan ke arah yang lebih baik adalah dambaan semua orang. Saya yakin dan percaya bahwa semua orang, tanpa kecuali...
  • Yang Terdahulu Dan Yang Terkemudian
    Yunus 3:10 ‐ 4:11. Mazmur 145: 1‐8. Filipi 1: 21‐30. Matius 20: 1‐16
    Siapakah orang jahat menurut kita? Para perampok, perusuh, pembunuh, koruptor, perusak alam, penyiksa binatang, dan pelaku kejahatan lainnya. Ya...
Kegiatan