Iman : Aku Percaya dan Taat

Iman : Aku Percaya dan Taat

Belum ada komentar 1083 Views

Ada seorang pemain akrobat yang sangat ahli melakukan segala aksi akrobat yang sangat berbahaya. Setiap penampilannya selalu membangkitkan decak kagum dari para penonton. Ia selalu mampu melakukan atraksi dengan mulus tanpa kesalahan.

Suatu ketika pemain akrobat ini akan mencoba atraksi yang baru dan berbahaya yaitu berjalan di seutas tali yang merentang di antara dua buah tebing yang sangat tinggi. Sebelum ia melakukannya, ia bertanya kepada para penonton: “Apakah saudara percaya bahwa saya bisa melakukan atraksi ini?” Penonton menjawabnya: “kami percaya”.

Lalu pemain akrobat itu memulai aksinya. Ia meniti tali itu selangkah demi selangkah dan akhirnya selamat sampai di seberang. Kemudian pemain akrobat ini bertanya lagi kepada penontonnya:”Saudara percaya dengan kemampuan saya?” Penonton berseru: “tentu kami percaya, kami sudah melihatnya”.

Lalu ia bertanya: “siapakah diantara saudara yang bersedia dengan saya meniti tali tersebut, saya akan mengendong saudara dan kita akan meniti bersama”. Tetapi tidak ada jawaban sama sekali dari penonton dan tidak ada seorang pun menerima tawarannya.

Ilustrasi tadi sesungguhnya sering kali menggambarkan sikap kita ketika kita dengan begitu yakin berseru bahwa kita percaya kepadaNya. Kita sering mengakui bahwa Allah adalah pihak yang berkuasa atas langit dan bumi. Di dalam kuasaNya, Ia dapat melakukan segala sesuatu sebab tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Tetapi tiba saatnya ketika harus menyerahkan diri seutuhnya kepadaNya, membiarkan diri kita digendong olehNya meniti perjalanan hidup yang curam, kita mulai menjadi ragu. Kita mengatakan percaya dan yakin kuasaNya tetapi kita ragu untuk taat melakukan perintahNya.

Iman adalah sikap mengakui serta tunduk kepada kemahakuasaan Allah sekaligus mengandung unsur penyerahan diri secara penuh dan kemauan untuk mentaati apa yang menjadi tuntutan dari penyerahan diri tersebut. Beriman adalah sikap mengakui, tunduk, berserah dan taat kepada Sang Khalik.

Pada hakekatnya iman, suatu tindakan yang melibatkan seluruh kepribadian manusia secara utuh. Mari kita beriman kepadaNya dengan menunjukkan ketotalitasan diri kita, mempercayai digendong olehNya dalam kuasa Allah dengan ketaatan melakukan kehendakNya.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...