HUKUM KASIH

Matius 22:34-46

Belum ada komentar 95 Views

“Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Mat. 22:39).

Sumber hukum kasih kepada Allah diambil oleh Tuhan Yesus dari Ulangan 6:5, sedangkan hukum kasih kepada sesama dari Imamat 19:18. Kedudukan kedua hukum kasih tersebut sejajar dan saling terkait. Karena itu, esensi hukum kasih kepada sesama integral dengan hukum kasih kepada Allah. Kedua hukum kasih tersebut merupakan inti sari dari seluruh ajaran para nabi.

Pembahasan tentang kedua hukum kasih tersebut dijangkarkan pada sosok Sang Mesias, Anak Daud (Mat. 22:42). Di satu pihak kedua hukum kasih sebagai inti sari firman Tuhan yang tertulis. Pada pihak lain hukum kasih tersebut telah digenapi dalam kehidupan dan karya Yesus. Dalam kodratnya yang berdosa, manusia mustahil mampu memberlakukan kasih kepada Allah dan sesama. Karena itu, manusia membutuhkan Juru selamat, yaitu Kristus. Melalui karya penebusan Kristus kodrat manusia dipulihkan relasinya dengan Allah, sesama, dan dirinya. Karena itu, hukum kasih dapat diwujudkan apabila umat memberi ruang bagi Kristus sebagai Pembuat Firman.

Hukum kasih bersifat ilahi dan kudus. Sedangkan kodrat dan keberadaan manusia adalah cemar dan berdosa. Kondisi paradoks ini hanya dapat diatasi oleh Mesias, yaitu Yesus Kristus. Karena Kristus adalah benar-benar Allah dan benar-benar manusia. Dengan kuasa-Nya, kita dimampukan mengenal dan mengasihi Allah sekaligus mengenal dan mengasihi sesama. Di dalam Kristus kita menemukan diri Allah dan sesama sehingga kasih dapat dioperasikan secara konkret. [Pdt. Yohanes Bambang Mulyono]

DOA:
Kristus penyataan kasih Allah, mampukanlah kami memberlakukan kasih kepada Allah dan sesama sehingga jauh dari kebencian dan iri hati. Amin.

Ayat Pendukung: Im. 19:1-2, 15-18; Mzm. 1; 1Tes. 2:1-8; Mat. 22:34-46
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Apa Yang Engkau Kehendaki?
    Matius 20:17-28
    Kata Yesus, “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya, “Nyatakanlah supaya kedua anakku ini duduk di dalam Kerajaan-Mu, seorang di sebelah kanan-Mu...
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...