Hospitalitas

Hospitalitas: Belajar dari Abraham

Kejadian 18:2

Belum ada komentar 315 Views

Hospitalitas atau hospitality secara sederhana diartikan keramah-tamahan. Tak bisa dipungkiri, kita Lebih  hospitabel kepada sahabat, orang yang kita kenal daripada orang asing(strangers) atau musuh.

Alkitab mengingatkan kita untuk menyambut orang asing dengan tangan terbuka. Yesus bahkan mengindentifikasi diri-Nya dengan orang asing. “Ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi aku tumpangan.(Matius25:43a).

Pesan Hospitalitas menjadi simalakama bagi kita. Ramah kepada orang tak di kenal dapat menuai berkat atau tertimpah malapetaka. Pengalaman memberi pengertian  bahwa orang asing dapat menjadi malaikat atau musuh. Pilihan yang sulit, tidaklah membuat gereja(orang-orang percaya) menjadi asosial dan mengabaikan nilai-nilai hospitalitas dalam kehidupan. Tentu pesan hospitalitas yang menjadi seruan Firman Tuhan, tetap dilakukan secara selektif.

Kisah Abraham menjamu tiga tamu asing: ramah tamah dan hangat tak disangka menjamu Tuhan. Persoalannya, Gereja bukan saja hospitabel kepada orang asing tetapi  bagaimana memandang orang asing melalui mata Tuhan dan mencari Tuhan dalam diri setiap orang asing. Memang tidak gampang. Tetapi tatkala Gereja (orang percaya) berkomitmen melakukan Firman Tuhan maka ada Tuhan yang siap mengarah dan menuntun kita untuk bertemu dengan-Nya dalam setiap ciptaan-Nya.

LS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • #kekelamandosa #belaskasihAllah #datangdanpulihkanlah
    Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:2-8, 18-20; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37
    Hari ini kita memasuki masa Advent (adventus = kedatangan). Dalam empat minggu sebelum Natal, kita akan berada dalam masa...
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
Kegiatan