Hikmat Dan Kepandaian

Yakobus 3:13-18

Belum ada komentar 95 Views

Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. (Yak. 3:16)

Ketika isu radikalisme dan terorisme berkembang di bumi pertiwi, sebagian orang merespons dengan keras, “Pendidikan diperlukan untuk menjawab isu ini!” Saya bergumul, “Apakah benar pendidikan adalah jawaban atas isu ini? Bukankah pendidikan begitu masif di Indonesia? Bukankah para teroris adalah juga orang-orang berpendidikan?” Saya kira ada jawaban yang lebih baik dari sekadar pendidikan akademis atau pintar secara akademis, yakni memiliki hikmat. Ada perbedaan besar antara pintar dan berhikmat; perbedaannya terlihat nyata di dalam tindakan.

Apakah Anda pernah mendengar seseorang yang mengklaim dirinya bijak, namun bertindak konyol? Seseorang bijak atau berhikmat dapat dilihat melalui tindakannya. Sebagaimana kita bisa menilai pohon dari buahnya, demikian pula kita dapat menilai seseorang dari perilakunya. Kekonyolan atau kebodohan akan mengakibatkan ketidakteraturan, tetapi hikmat sejati memimpin kita pada kedamaian dan kebaikan. Apakah Anda berusaha untuk meneduhkan konflik atau meningkatkan konflik? Apakah Anda mengabaikan gosip atau menggosok gosip? Apakah Anda memadamkan api atau membuatnya makin membara? Perkataan yang baik dan bijak adalah benih kedamaian. Allah sangat menyukai pembawa damai (Mat. 5:9).

Mari kita mengevaluasi diri kita. Apakah kita memiliki hikmat dari Tuhan atau hikmat dari dunia? Hikmat yang sejati hanya berasal dari Tuhan dan membuahkan perdamaian. [Pdt. Indra Kurniadi Tjandra]

DOA: Tuhan berikanlah aku hikmat yang dari pada-Mu saja asalnya.

Ayat Pendukung: Mzm. 112:1-9; Yes. 29:1-12; Yak. 3:13-18
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • ALAM: Lukisan Keajaiban Tuhan
    Mazmur 114
    Gemetarlah, hai bumi, di hadapan TUHAN, di hadapan Allah Yakub, yang mengubah gunung batu menjadi kolam air, dan batu...
  • BERBUAH
    Matius 21:18-22
    Di pinggir jalan la melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi la tidak menemukann apa-apa pada pohon itu...
  • Menghargai Proses
    Keluaran 12:29-42
    Malam itulah TUHAN berjaga-jaga untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Itulah juga malam untuk semua orang Israel turun...
  • Tuhanlah Penjagaku
    Mazmur 121
    TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. (Mazmur 121:5) Penulis pernah melawat seorang oma yang berusia hampir sembilan...
  • Jangan Mempermalukan
    Matius 18:15-20
    “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan engkau, engkau telah mendapatnya kembali” (Matius...