Hikmat Dan Keadilan

Amsal 8:1-31

Belum ada komentar 30 Views

Segala perkataan mulutku adalah adil, tidak ada yang belat-belit atau serong. Semuanya itu jelas bagi yang cerdas, lurus bagi yang berpengetahuan. (Ams. 8:8-9)

“Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan.” Ungkapan bernas sang bijak bestari ini sudah sering kita dengar. Di beberapa Universitas Kristen, firman dari Amsal 1:7a ini, malahan memajang di dinding aula kampus. Sabda ini mengingatkan kaum cendekia bahwa Tuhan yang omnipresent adalah sumber pengetahuan.

Lebih jauh, lewat tuturan Pengamsal kita mengetahui bahwa pengetahuan itu tidak tersekat di dalam tembok universitas. Pengetahuan ada di mana-mana, di jalanan, di depan kota, di pasar. Pendeknya, pengetahuan ada di dalam beragam pengalaman hidup sehari-hari. Pengetahuan lalu membentuk dan menuntun seseorang. Pengetahuan menjadi hikmat yang mengarahkan orang untuk hidup adil, jujur, dan lurus. Jadi, pengetahuan atau hikmat di sini bukan sekadar teori, tetapi sebuah pandangan dan sikap hidup yang bersumber dari Allah dan tercermin dalam laku hidup sehari-hari. Pengalaman, entah baik ataupun buruk, menjadi bahan refleksi yang selalu mencerahkan sehingga orang berhikmat hidup dengan bijaksana.

Dalam relasi sosial sehari-hari, tanda orang berhikmat adalah hidup dengan adil, jujur terhadap diri sendiri, memperlakukan orang lain dengan rasa hormat, dan menjunjung tinggi kebenaran. Ia tidak belat-belit atau serong. Yang suka belat- belit itu orang licik, bukan orang cerdas. Orang cerdas tahu bahwa Tuhan ada di mana-mana, sehingga ia tidak menipu dan memanipulasi. Ia jujur dan adil sejak dalam pikiran. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Pikiran orang berhikmat dipenuhi dengan kejujuran dan perbuatannya mendatangkan kebaikan dan keadilan.

Ayat Pendukung: Mzm. 125; Ams. 8:1-31; Mat. 15:21-31
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Rajin Itu Menular!
    Amsal 21:1-17
    Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan. (Ams. 21:5) “Pak pendeta,...
  • Sederhana Tetapi Menawan
    Yakobus 2:17-26
    Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. (Yak....
  • Saksi Iman
    Ibrani 11:17-22
    Karena iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-belulangnya. (Ibr. 11:22) Kita...
  • Tulus Dan Bersih Hati
    Mazmur 73:1-20
    Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya. (Mzm. 73:1) Iri hati terhadap...
  • Bertekun Membangun Jembatan
    Ibrani 12:3-13
    Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan...