#HidupMengenalAllah #BahagiaDalamYesus

Mikha 6:1-8; Mazmur 15; 1 Korintus 1:18-31; Matius 5:1-12

Belum ada komentar 148 Views

Bahagia bagi sebagian orang ditentukan dari apa yang dia peroleh. Seorang pelari bahagia ketika ia mencapai targetnya. Marketer bahagia bila target pelanggan tercapai. Seorang pelajar bahagia bila mendapat nilai bagus.

Namun bagi sebagian orang bahagia bisa tidak bergantung pada pencapaian apapun. Seorang kawan tetap dapat berbahagia dalam keadaan sulit dan berat sekalipun. Saya bertanya padanya, “Mengapa kamu selalu nampak berbahagia?” Ia menjawab, “Resepnya ikhlas.”

Saya mencari tahu apa itu ikhlas. Menyerahkan dan merelakan dengan tulus dan bersih hati adalah definisi ikhlas. Wow … Itulah resepnya untuk tetap berbahagia. Ia merelakan apapun kejadian dalam hidupnya pada Tuhan dan menjaga tetap bersih hati. Itulah mengapa ia mampu berbahagia dalam segala suasana. Ia pun berujar, “Tuhan pasti buka jalan.”

Untuk mencapai tahap keikhlasan seseorang memerlukan hikmat Tuhan. Logika saja tak cukup, apalagi kalkulasi matematis dan ekonomis. Hati saja pun tak cukup. Ikhlas memerlukan kombinasi kuat antara logika dan rasa. Ikhlas memerlukan hikmat Tuhan untuk menuntun tubuh, jiwa, dan roh (penulis sengaja menggunakan trikotomi) yang berkorelasi kuat sedemikian rupa yang terarah pada Tuhan.

Mana yang Anda pilih? Kebahagiaan karena target atau karena hidup ikhlas dalam hikmat Tuhan? Selamat berbahagia

BA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...
  • Pemeliharaan Allah, Cukuplah
    Yosua 24:1-2,14-18; Mazmur 34:16-23; Efesus 6:10-20; Yohanes 6:56-69
    Berjalan bersama, mengalami bersama adalah cara kita membuktikan kasih penyertaan Tuhan dalam hidup. Peristiwa demi peristiwa baik di saat...