#hidupdalamkasihkarunia

Belum ada komentar 60 Views

“… tetapi di bawah kasih karunia.” (Roma 6:14-15)

Dua kali Paulus, di dalam bacaan kita Minggu ini, menegaskan bahwa kita hidup di bawah kasih karunia (hypo kharis). Akan tetapi, ia mengawali status baru kita tersebut dengan kata “tetapi,” khusus setelah membandingkannya dengan kehidupan di bawah hukum Taurat. Tentu saja, pada dirinya sendiri, Taurat tidak mendatangkan dosa. Taurat adalah anugerah Allah juga yang diberikan kepada umat Allah yang dibebaskan oleh Allah dari perbudakan di Mesir. Namun, Taurat lantas diselewengkan oleh kehidupan agamawi yang justru makin memperbesar keberdosaan manusia. Torah yang menampilkan kasih karunia Allah kini telah dibekukan dan dibakukan dan berubah menjadi sebuah legalisme keagamaan. Dan karena itu, di dalam Kristus, demikian penegasan Paulus, kasih karunia (kharis, grace) dinyatakan secara sempurna.

Maka, yang terpenting sesungguhnya adalah bagaimana hidup “di bawah kasih karunia” di dalam Yesus Kristus itu. Dengan mudah kita dapat kembali melakukan kesalahan yang sama yang dilakukan oleh umat Israel, yaitu menjadikan kasih karunia itu sebagai tata-aturan hidup yang membelenggu, atau, kita meresponsnya melalui sebuah kesadaran konstan untuk setiap hari melawan dosa yang sudah dikalahkan oleh kuasa Kristus. Dan itulah arti sesungguhnya dari hidup di bawah kasih karunia. Taurat-sebagai-anugerah telah diubah oleh kaum beragama pada masa itu menjadi Taurat-sebagai-hukum. Pada titik itu, manusia beragama hidup ”di bawah” Taurat-sebagai-hukum dan pada saat bersamaan justru hidup “di atas” atau “mengatasi” Taurat-sebagai-anugerah. Pesan Paulus untuk terus hidup “di bawah” kasih karunia Kristus ini kiranya menjadi berita baik sekaligus peringatan keras bagi kita setiap saat!

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
  • Schooling Fish
    Yesaya 45:1-7; Mazmur 96:1-9; 1 Tesalonika 1:1-10; Matius 22:15-22
    Bayangkan saja kalau kita menjadi seekor ikan kecil. Kalau saja kita diberikan pilihan untuk hidup di akuarium atau di...
  • Rasa Haus
    Air menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan. Banyak hal membutuhkan air. Mulai dari tubuh manusia sebagian besar terdiri...
  • Apa yang kita letakkan pertama?
    Yesaya 5:1-7; Mazmur 80:8-16; Filipi 3:4-14; Matius 21:33-46
    “Selalu ada yang pertama untuk segalanya.” Apa anda pernah mendengar kalimat tersebut? Ya, sebagian besar dari kita tentu akan...
Kegiatan