#hidupdalamkasihkarunia

Belum ada komentar 64 Views

“… tetapi di bawah kasih karunia.” (Roma 6:14-15)

Dua kali Paulus, di dalam bacaan kita Minggu ini, menegaskan bahwa kita hidup di bawah kasih karunia (hypo kharis). Akan tetapi, ia mengawali status baru kita tersebut dengan kata “tetapi,” khusus setelah membandingkannya dengan kehidupan di bawah hukum Taurat. Tentu saja, pada dirinya sendiri, Taurat tidak mendatangkan dosa. Taurat adalah anugerah Allah juga yang diberikan kepada umat Allah yang dibebaskan oleh Allah dari perbudakan di Mesir. Namun, Taurat lantas diselewengkan oleh kehidupan agamawi yang justru makin memperbesar keberdosaan manusia. Torah yang menampilkan kasih karunia Allah kini telah dibekukan dan dibakukan dan berubah menjadi sebuah legalisme keagamaan. Dan karena itu, di dalam Kristus, demikian penegasan Paulus, kasih karunia (kharis, grace) dinyatakan secara sempurna.

Maka, yang terpenting sesungguhnya adalah bagaimana hidup “di bawah kasih karunia” di dalam Yesus Kristus itu. Dengan mudah kita dapat kembali melakukan kesalahan yang sama yang dilakukan oleh umat Israel, yaitu menjadikan kasih karunia itu sebagai tata-aturan hidup yang membelenggu, atau, kita meresponsnya melalui sebuah kesadaran konstan untuk setiap hari melawan dosa yang sudah dikalahkan oleh kuasa Kristus. Dan itulah arti sesungguhnya dari hidup di bawah kasih karunia. Taurat-sebagai-anugerah telah diubah oleh kaum beragama pada masa itu menjadi Taurat-sebagai-hukum. Pada titik itu, manusia beragama hidup ”di bawah” Taurat-sebagai-hukum dan pada saat bersamaan justru hidup “di atas” atau “mengatasi” Taurat-sebagai-anugerah. Pesan Paulus untuk terus hidup “di bawah” kasih karunia Kristus ini kiranya menjadi berita baik sekaligus peringatan keras bagi kita setiap saat!

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...
  • Pemberian
    Di Minggu ini, kita akan bersama diajak untuk merenungkan satu tema, yaitu Makna dalam Peristiwa Pemberian. Kisah percakapan antara...