#hidupdalamkasihkarunia

Belum ada komentar 68 Views

“… tetapi di bawah kasih karunia.” (Roma 6:14-15)

Dua kali Paulus, di dalam bacaan kita Minggu ini, menegaskan bahwa kita hidup di bawah kasih karunia (hypo kharis). Akan tetapi, ia mengawali status baru kita tersebut dengan kata “tetapi,” khusus setelah membandingkannya dengan kehidupan di bawah hukum Taurat. Tentu saja, pada dirinya sendiri, Taurat tidak mendatangkan dosa. Taurat adalah anugerah Allah juga yang diberikan kepada umat Allah yang dibebaskan oleh Allah dari perbudakan di Mesir. Namun, Taurat lantas diselewengkan oleh kehidupan agamawi yang justru makin memperbesar keberdosaan manusia. Torah yang menampilkan kasih karunia Allah kini telah dibekukan dan dibakukan dan berubah menjadi sebuah legalisme keagamaan. Dan karena itu, di dalam Kristus, demikian penegasan Paulus, kasih karunia (kharis, grace) dinyatakan secara sempurna.

Maka, yang terpenting sesungguhnya adalah bagaimana hidup “di bawah kasih karunia” di dalam Yesus Kristus itu. Dengan mudah kita dapat kembali melakukan kesalahan yang sama yang dilakukan oleh umat Israel, yaitu menjadikan kasih karunia itu sebagai tata-aturan hidup yang membelenggu, atau, kita meresponsnya melalui sebuah kesadaran konstan untuk setiap hari melawan dosa yang sudah dikalahkan oleh kuasa Kristus. Dan itulah arti sesungguhnya dari hidup di bawah kasih karunia. Taurat-sebagai-anugerah telah diubah oleh kaum beragama pada masa itu menjadi Taurat-sebagai-hukum. Pada titik itu, manusia beragama hidup ”di bawah” Taurat-sebagai-hukum dan pada saat bersamaan justru hidup “di atas” atau “mengatasi” Taurat-sebagai-anugerah. Pesan Paulus untuk terus hidup “di bawah” kasih karunia Kristus ini kiranya menjadi berita baik sekaligus peringatan keras bagi kita setiap saat!

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...