Hidup Melampaui Penderitaan

Hidup Melampaui Penderitaan

Belum ada komentar 80 Views

Polikarpus, saat diancam akan dianiaya dengan dicabik oleh binatang-binatang liar, berujar tegas kepada para penganiayanya, “Jika engkau membayangkan barang sedetik pun bahwa aku akan beralih, maka aku yakin engkau tengah berpura-pura tidak mengenali siapa aku. Dengarkan baik-baik: Aku seorang Kristen!” Tatkala rumahnya diserbu para tentara Romawi yang akan menangkap dan membunuhnya, Polikarpus malah menyambut mereka dan menjamu mereka dengan makan dan minum, serta mendoakan mereka selama dua jam.

Nama Polikarpus (yang artinya: “berbuah lebat”) selalu dikenang orang sebagai uskup dari kota Smirna. Kota ini sangat istimewa. Dari kota ini kita mengenal dua leluhur iman yang terkenal: Polikarpus dan Irenaeus. Berbeda dengan enam jemaat lainnya yang dicatat di dalam Wahyu2-3, yang senantiasa disapa lengkap dengan kekuatan dan kelemahan masing-masing, tak ada catatan yang eksplisit tentang kelemahan jemaat Smirna.

Jemaat Smirna adalah jemaat eksemplaris, bukan karena mereka mampu mengerjakan banyak hal, namun karena mereka setia kepada Kristus justru di dalam kesusahan dan kemiskinan mereka. Tampaknya cara hidup jemaat Smirna, sebagaimana diadegankan oleh Polikarpus, sesuai dengan arti namanya. Smirna berarti “mur,” yang rasanya pahit namun mampu memberi bau harum dan efek analgetis di kala sakit menyerang. Ia menjadi satu dari tiga hadiah yang dipersembahkan orang-orang Majus kepada Yesus, untuk melambangkan derita Yesus yang dialami-Nya di atas kayu salib.

Jemaat Smirna adalah jemaat yang hidup dalam kepahitan hidup, namun dari dalam derita itu muncul ketabahan dan bahkan wewangian semerbak, yang membuat orang percaya bahwa penderitaan bukanlah penghambat bagi hidup berbuah lebat. Malah, penderitaan dapat menjadi wahana yang melaluinya kita berpartisipasi ke dalam penderitaan Kristus bagi dunia yang dikasihi-Nya.

 

JA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...