Hidup Melampaui Penderitaan

Hidup Melampaui Penderitaan

Belum ada komentar 50 Views

Polikarpus, saat diancam akan dianiaya dengan dicabik oleh binatang-binatang liar, berujar tegas kepada para penganiayanya, “Jika engkau membayangkan barang sedetik pun bahwa aku akan beralih, maka aku yakin engkau tengah berpura-pura tidak mengenali siapa aku. Dengarkan baik-baik: Aku seorang Kristen!” Tatkala rumahnya diserbu para tentara Romawi yang akan menangkap dan membunuhnya, Polikarpus malah menyambut mereka dan menjamu mereka dengan makan dan minum, serta mendoakan mereka selama dua jam.

Nama Polikarpus (yang artinya: “berbuah lebat”) selalu dikenang orang sebagai uskup dari kota Smirna. Kota ini sangat istimewa. Dari kota ini kita mengenal dua leluhur iman yang terkenal: Polikarpus dan Irenaeus. Berbeda dengan enam jemaat lainnya yang dicatat di dalam Wahyu2-3, yang senantiasa disapa lengkap dengan kekuatan dan kelemahan masing-masing, tak ada catatan yang eksplisit tentang kelemahan jemaat Smirna.

Jemaat Smirna adalah jemaat eksemplaris, bukan karena mereka mampu mengerjakan banyak hal, namun karena mereka setia kepada Kristus justru di dalam kesusahan dan kemiskinan mereka. Tampaknya cara hidup jemaat Smirna, sebagaimana diadegankan oleh Polikarpus, sesuai dengan arti namanya. Smirna berarti “mur,” yang rasanya pahit namun mampu memberi bau harum dan efek analgetis di kala sakit menyerang. Ia menjadi satu dari tiga hadiah yang dipersembahkan orang-orang Majus kepada Yesus, untuk melambangkan derita Yesus yang dialami-Nya di atas kayu salib.

Jemaat Smirna adalah jemaat yang hidup dalam kepahitan hidup, namun dari dalam derita itu muncul ketabahan dan bahkan wewangian semerbak, yang membuat orang percaya bahwa penderitaan bukanlah penghambat bagi hidup berbuah lebat. Malah, penderitaan dapat menjadi wahana yang melaluinya kita berpartisipasi ke dalam penderitaan Kristus bagi dunia yang dikasihi-Nya.

 

JA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...