Hidup Melampaui Penderitaan

Hidup Melampaui Penderitaan

Belum ada komentar 53 Views

Polikarpus, saat diancam akan dianiaya dengan dicabik oleh binatang-binatang liar, berujar tegas kepada para penganiayanya, “Jika engkau membayangkan barang sedetik pun bahwa aku akan beralih, maka aku yakin engkau tengah berpura-pura tidak mengenali siapa aku. Dengarkan baik-baik: Aku seorang Kristen!” Tatkala rumahnya diserbu para tentara Romawi yang akan menangkap dan membunuhnya, Polikarpus malah menyambut mereka dan menjamu mereka dengan makan dan minum, serta mendoakan mereka selama dua jam.

Nama Polikarpus (yang artinya: “berbuah lebat”) selalu dikenang orang sebagai uskup dari kota Smirna. Kota ini sangat istimewa. Dari kota ini kita mengenal dua leluhur iman yang terkenal: Polikarpus dan Irenaeus. Berbeda dengan enam jemaat lainnya yang dicatat di dalam Wahyu2-3, yang senantiasa disapa lengkap dengan kekuatan dan kelemahan masing-masing, tak ada catatan yang eksplisit tentang kelemahan jemaat Smirna.

Jemaat Smirna adalah jemaat eksemplaris, bukan karena mereka mampu mengerjakan banyak hal, namun karena mereka setia kepada Kristus justru di dalam kesusahan dan kemiskinan mereka. Tampaknya cara hidup jemaat Smirna, sebagaimana diadegankan oleh Polikarpus, sesuai dengan arti namanya. Smirna berarti “mur,” yang rasanya pahit namun mampu memberi bau harum dan efek analgetis di kala sakit menyerang. Ia menjadi satu dari tiga hadiah yang dipersembahkan orang-orang Majus kepada Yesus, untuk melambangkan derita Yesus yang dialami-Nya di atas kayu salib.

Jemaat Smirna adalah jemaat yang hidup dalam kepahitan hidup, namun dari dalam derita itu muncul ketabahan dan bahkan wewangian semerbak, yang membuat orang percaya bahwa penderitaan bukanlah penghambat bagi hidup berbuah lebat. Malah, penderitaan dapat menjadi wahana yang melaluinya kita berpartisipasi ke dalam penderitaan Kristus bagi dunia yang dikasihi-Nya.

 

JA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • The Power of Empathy
    Seorang profesor di sebuah universitas di hari pertama perkualiahan, berdiri dengan tegak di depan mahasiswanya dan memberikan sebuah pendahuluan...
  • Harta Paling Berharga
    Pada umumnya orang merasa bahwa harta yang paling berharga adalah uang. Dengan uang, mereka akan dapat membeli apa pun...
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...