Hidup Kekal

Yohanes 3:1-17

Belum ada komentar 177 Views

“… supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” (Yoh. 3:15)

Banyak orang memahami kata “kekal” berkaitan dengan waktu. Kekal itu berarti abadi; selama-lamanya. Sehingga orang memahami “hidup kekal” itu sebagai hidup abadi, hidup untuk selama-lamanya, tidak pernah mati.

Dalam percakapan dengan Nikodemus, seorang Farisi, Yesus menyatakan bahwa hidup kekal setara dengan Kerajaan Allah. Itu berarti, bukan hanya berkaitan dengan sesuatu sesudah kematian. Melainkan, hidup yang berkualitas karena terhubung dengan Sang Pemberi kehidupan, yaitu Allah sendiri. Ketika kita masuk dalam relasi dengan Yesus dan mengikuti-Nya, kita menerima hidup yang ada di dalam diri-Nya, yang juga mempunyai relasi intim dengan Bapa-Nya. Pada saat inilah kita bertumbuh dalam persahabatan dan kesatuan dengan Yesus. Kita mulai mengenali hidup kekal yang ada di dalam diri kita. Kini, kita tidak tertarik pada berhala uang dan kekuasaan. Kita mulai melihat orang lain seperti Yesus melihat mereka; kita mencintai mereka seperti Yesus mencintai mereka.

Hidup kekal seperti ini hanya bisa terjadi ketika manusia dilahirkan kembali. Dilahirkan kembali oleh kuasa Roh Kudus sehingga menjadi manusia ciptaan baru yang dapat mengerjakan hal-hal yang menurut perhitungan manusiawi tidak mungkin dilakukan dengan kekuatan sendiri: mencintai musuh, mengampuni tanpa batas, murah hati sama seperti Bapa bermurah hati. Itulah ciri kualitas hidup kekal. Sudahkah ada pada kita? [Pdt. Nanang]

REFLEKSI:
Hidup kekal yang Yesus berikan bukan hanya ada di seberang kematian, tetapi juga kini dan di sini.

Ayat Pendukung: Kej. 12: 1-4a; Mzm. 121; Rm. 4:1-5; 13-17; Yoh. 3:1-17
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...
  • Menceritakan Tuhan
    Mazmur 78:1-4, 12-16
    Tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian. (Mazmur 78:4) Topik apa...
  • YANG TERBESAR
    Matius 18:1-5
    Oleh sebab itu, siapa saja yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan...
  • Syukuri Masa Kini
    Bilangan 11:1-9
    Suatu ketika bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang kemalangan mereka. Mendengar itu menyalalah murka TUHAN. Lalu api TUHAN...
  • Mencintai Taurat
    Mazmur 119:97-104
    Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. (Mazmur 119:97) Di jalanan, banyak orang tidak peduli pada aturan atau tata...