Hidup Kekal

Yohanes 3:1-17

Belum ada komentar 174 Views

“… supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” (Yoh. 3:15)

Banyak orang memahami kata “kekal” berkaitan dengan waktu. Kekal itu berarti abadi; selama-lamanya. Sehingga orang memahami “hidup kekal” itu sebagai hidup abadi, hidup untuk selama-lamanya, tidak pernah mati.

Dalam percakapan dengan Nikodemus, seorang Farisi, Yesus menyatakan bahwa hidup kekal setara dengan Kerajaan Allah. Itu berarti, bukan hanya berkaitan dengan sesuatu sesudah kematian. Melainkan, hidup yang berkualitas karena terhubung dengan Sang Pemberi kehidupan, yaitu Allah sendiri. Ketika kita masuk dalam relasi dengan Yesus dan mengikuti-Nya, kita menerima hidup yang ada di dalam diri-Nya, yang juga mempunyai relasi intim dengan Bapa-Nya. Pada saat inilah kita bertumbuh dalam persahabatan dan kesatuan dengan Yesus. Kita mulai mengenali hidup kekal yang ada di dalam diri kita. Kini, kita tidak tertarik pada berhala uang dan kekuasaan. Kita mulai melihat orang lain seperti Yesus melihat mereka; kita mencintai mereka seperti Yesus mencintai mereka.

Hidup kekal seperti ini hanya bisa terjadi ketika manusia dilahirkan kembali. Dilahirkan kembali oleh kuasa Roh Kudus sehingga menjadi manusia ciptaan baru yang dapat mengerjakan hal-hal yang menurut perhitungan manusiawi tidak mungkin dilakukan dengan kekuatan sendiri: mencintai musuh, mengampuni tanpa batas, murah hati sama seperti Bapa bermurah hati. Itulah ciri kualitas hidup kekal. Sudahkah ada pada kita? [Pdt. Nanang]

REFLEKSI:
Hidup kekal yang Yesus berikan bukan hanya ada di seberang kematian, tetapi juga kini dan di sini.

Ayat Pendukung: Kej. 12: 1-4a; Mzm. 121; Rm. 4:1-5; 13-17; Yoh. 3:1-17
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • IMITASI
    Efesus 5:1-6
    Sebab itu, sebagai anak-anak yang terkasih, teladanilah Allah. (Efesus 5:1) Seorang anak cenderung meniru perilaku orangtuanya. Proses ini dikenal...
  • Cinta Dan Pengorbanan
    Matius 26:6-13
    “Untuk apa pemborosan ini?” (Matius 26:8b) Ungkapan “cinta perlu pengorbanan” sering digunakan untuk menggambarkan bukti cinta yang sejati. Secara...
  • Pikiran Tuhan
    Roma 11:33-36
    Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? (Roma 11:34) Pengalaman yang panjang dan proses...
  • Hampir Sama Seperti Allah
    Mazmur 8
    Namun, Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah….(Mazmur 8:6a) Para pegiat lingkungan memperkirakan bahwa Indonesia kehilangan sekitar 10 juta...
  • SIAPAKAH AKU?
    Matius 16:13-20
    Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” (Matius 16:15) Saat ini, media sosial telah menjadi salah...