Hidup dipelihara Tuhan

Yohanes 17:1-11

Belum ada komentar 384 Views

Doa Tuhan Yesus “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka (baca: para murid, jemaat Tuhan) dalam nama-Mu” (ay.11), sekaligus merupakan tugas panggilan Gereja untuk peka membaca situasi apa pun yang Tuhan hadapkan dalam kehidupan ini sebagai wujud dari pemeliharaan Tuhan bagi umat-Nya.

“Berbahagialah kamu yang tidak melihat namun percaya”, ini gambaran iman yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita, yaitu suatu iman yang ‘imaginative ’, yang mau terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan baru yang Tuhan nyatakan dalam upaya memelihara kehidupan kita. Oleh sebab itu Gereja saat ini juga terpanggil untuk belajar terbuka dan beradaptasi dengan situasi ‘new normal’ yang sedang terjadi dalam masa pandemi Covid 19 saat ini.

Situasi yang baru saat ini menggugah Gereja melakukan refleksi teologis, bagaimana memahami pemeliharaan Tuhan kepada umat-Nya sehingga spiritualitas (kehidupan beriman) mereka tetap terjaga dan bahkan terbangun untuk lebih mewujudkan belas kasihan, keramahtamahan dan keadilan.

Keadaan “new normal” ditandai dengan banyaknya pilihan yang ditawarkan. Dampaknya menciptakan paradigma yang baru, pengkotak-kotakan denominasi yang ada dipaksa untuk cair tanpa dinding penyekat, dan sekonyong-konyong jemaat merasa semuanya serba terbuka, sehingga Gereja “dipaksa” untuk menyatu dalam mempersaksikan kasih Tuhan kepada dunia.

Kondisi yang baru ini mudah-mudahan dipahami Gereja dari berbagai denominasi dan tradisi apa pun untuk kembali ke paradigma dasar yaitu hidup menggereja yang diarahkan dan dibangun dengan berpikir bagaimana kita menempatkan diri kita dibawah pekerjaan Allah Bapa, Kristus dan Roh Kudus yang lebih besar daripada Gereja itu sendiri. Karena itu Gereja dengan budaya atau tradisinya yang notabene adalah produk masa lalu harus tunduk mengarahkan pemahaman teologisnya secara terbuka untuk menyerap dan mengelola apa pun yang Tuhan nyatakan dalam kehidupan ini.

(tt)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...