Hidup dalam Roh bukan dalam Daging

Hidup dalam Roh bukan dalam Daging

1 Komentar 319 Views

Pemikiran yang membedakan “hidup dalam Roh” dan “hidup dalam Daging” dalam kehidupan manusia berakar dari filsafat Plato, dimana tubuh dianggap memenjarakan jiwa. Kehidupan spiritualitas seseorang akan mengarah pada perbuatan-perbuatan baik jika jiwa dilepaskan dari tubuh melalui kematian atau pengetahuan. Jika kita mengikuti pandangan ini maka kita juga akan memisahkan pemahaman tentang “hidup dalam Roh” dan “hidup dalam Daging”. Padahal roh dan daging dalam Alkitab adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan (Kej.2:7). Dalam kitab Perjanjian Baru khususnya dalam surat-surat rasul Paulus, orang yang hidup dalam daging adalah ciri dari orang yang mengarahkan kehidupannya berfokus pada kepentingan diri sendiri, sedangkan orang yang hidup dalam roh adalah ciri dari orang yang hidupnya bersandar kepada Tuhan dan sekaligus mengarahkan kehidupannya seperti yang Tuhan kehendaki.

Seperti dalam kisah kehidupan Abram, setelah menerima panggilan Tuhan untuk pergi ke suatu negri yang ditunjukkan-Nya, maka berangkatlah Abram seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya (Kej.12:4). Tindakan Abram untuk mengikuti apa yang Tuhan kehendaki, adalah gambaran dari orang yang hidup di dalam roh, yaitu orang yang mau dan berani menyangkal diri, meninggalkan kemapanan dan kehidupannya yang lama untuk berjalan bersama Tuhan, menggenapi rencana Tuhan dalam hidupnya.

Hidup dalam roh atau hidup mengikuti kehendak Tuhan merupakan syarat yang penting untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah (Yoh.3:5). Hanya jika seseorang mau menyangkal dirinya (hidup dalam kedagingan) dan  hidup menurut kehendak Tuhan, maka rencana Tuhan akan semakin nyata dalam kehidupannya. Cari dan jumpailah Tuhan dengan hidup dalam roh.

(TT)

1 Comment

  1. Djoni

    Bisakah saya katakan bahwa orang yang hidup dlm Roh bukan dilihat dari seringnya kita ke gereja atau ibadah melainkan mereka yang dalam hidupnya berjuang untuk membunuh kehandaknya untuk mengikuti kehendak Tuhan?

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...