HIDUP : Berubah Menjadi Lebih Baik

Filipi 3:10-16

Belum ada komentar 737 Views

Rasul Paulus tidak selalu bisa hadir secara fisik untuk mendampingi jemaat Filipi. Pada waktu surat Filipi ini ditulis, Rasul Paulus sedang berada di dalam penjara. Namun yang menjamin pertumbuhan iman jemaat Filipi bukanlah kehadirannya, melainkan kesetiaan jemaat itu untuk terus berjalan di jalan iman dan mengupayakan pertumbuhan.

Oleh karena itu, dalam surat pastoralnya kepada jemaat Filipi, Paulus mendorong jemaat untuk selalu mengupayakan pertumbuhan dalam pengenalan akan Kristus. Bagi Paulus, bertumbuh berarti menatap ke depan dan berlari kepada tujuan untuk semakin mengenal dan menjadi seperti Kristus.

Salah satu penghambat pertumbuhan adalah sikap berpuas diri. Rasul Paulus dengan tegas mengatakan: “…aku tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya…” (Fil. 3:13). Dan karena itu ia akan terus berlari dan berlari. Setiap hari adalah pengalaman baru bersama Kristus. Ada satu budaya yang Rasul Paulus perkenalkan, yaitu budaya untuk selalu berpikir positif dan berinovasi serta mencari solusi dalam rangka pertumbuhan iman. Ia melihat masa lalu hidupnya dalam kerangka kasih dan anugerah Allah. Karena itu ia melupakan masa lalunya yang buruk dan mengarahkan hidupnya ke depan. Setiap hari adalah ziarah iman bersama Kristus yang mengasihinya. Dengan berpikir seperti ini Rasul Paulus dimungkinkan untuk terus berlari dan berlari…

Budaya inilah yang diadopsi oleh GKIPI dalam visi-misinya: menjadi gereja yang HIDUP. Hidup itu bergerak (berlari), berinovasi dan mencari solusi jika mengalami hambatan dan rintangan. Hidup berarti tidak boleh berpuas diri, setiap hari yang Tuhan sediakan adalah kesempatan untuk bertumbuh. Rasul Paulus boleh berada dalam penjara, pendeta bisa silih berganti, tetapi ketika kita terus berlari dan berinovasi serta mencari solusi, maka pengenalan kita kan Kristus akan selalu dibaharui hari demi hari.

RDJ

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan