biji sesawi

Hidup Bagai Biji Sesawi

Matius 13:31

Belum ada komentar 632 Views

Tuhan Yesus mengumpamakan Kerajaan Sorga seperti biji sesawi. Maksudnya Tuhan Yesus sedang menggambarkan perkembangan fenomenal dari Kerajaan Sorga dalam menjangkau dunia. Apakah pesan perumpamaan biji sesawi bagi kita ?

1. Biji yang kecil
Biji sesawi (Brassica Nigra) adalah benih yang sangat kecil. Perumpamaan ini memberi pelajaran bagi kita bahwa sesuatu yang kecil juga dapat mengubah keadaan. Lewat perumpamaan ini, Tuhan Yesus mengajar kita memperhatikan sesuatu yang kecil dan mungkin dianggap sepele. Di antaranya, pelayanan yang kecil dan kurang diminati, persekutuan yang kecil dan minoritas atau kesaksian hidup dari orang-orang sederhana. Mother Teresa berkata kerjakanlah hal-hal kecil atau sepele dengan kasih yang besar.

2. Bertumbuh
Organisme dianggap mati jika berhenti bertumbuh. Untuk tetap bertumbuh Orang percaya memerlukan persekutuan dan Firman Tuhan sebagai makanan rohani (Matius 4:4). Bertumbuh dalam iman yang sehat akan memberi dampak positif bagi perluasan Kerajaan sorga di tengah dunia.

3. Menjadi berkat
Biji sesawi sangat bermanfaat untuk pengobatan karena kaya akan vitamin A, B dan K. Biji Sesawi juga berguna memberi cita rasa pada makanan. Dalam pertumbuhan menjadi pohon (besar), sebagai tempat burung-burung bersarang. Inilah peran kita sebagai warga Kerajaan Sorga. Seseorang menjadi besar karena menjadi berkat bukan sebaliknya menjadi berkat jika sudah menjadi besar.

Dalam keadaan apapun, mulai dari biji sesawi sampai pohon besar, orang-orang percaya diutus menjadi berkat di tengah dunia dalam menghadirkan Kerajaan Sorga. Sejauhmana kita menjadi biji sesawi dalam dunia?

LS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • #kekelamandosa #belaskasihAllah #datangdanpulihkanlah
    Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:2-8, 18-20; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37
    Hari ini kita memasuki masa Advent (adventus = kedatangan). Dalam empat minggu sebelum Natal, kita akan berada dalam masa...
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
Kegiatan