Hampa Dan Sia-Sia

Pengkhotbah 2:1-17

Belum ada komentar 94 Views

Sebab itu, aku membenci hidup, karena bagiku apa yang dilakukan di bawah matahari itu menyusahkan. Sesungguhnya, semua itu kesia-siaan dan usaha menjaring angin. (Pengkhotbah 2:17)

Seorang pebisnis muda yang sukses merasa bahwa dengan mencapai kekayaan, semua masalah dalam hidupnya akan teratasi. Ia menikmati segala fasilitas dan kenikmatan dunia, tetapi lama kelamaan ia merasa hampa. Meskipun ia memiliki segalanya, ada kekosongan dalam hatinya yang tidak bisa diisi oleh uang, popularitas, atau kemewahan. Ia pun mulai bertanya-tanya, “Apa arti semua ini jika akhirnya aku tetap merasa kosong?”

Dalam bacaan kita hari ini, Pengkhotbah menceritakan pencariannya akan makna hidup melalui berbagai pencapaian duniawi. la mengejar kesenangan, kekayaan, kebijaksanaan, dan kerja keras, tetapi pada akhirnya ia merasa kecewa, hampa dan sia-sia. Ayat 17 mengungkapkan kekecewaan yang mendalam terhadap hidup yang ia jalani, yang dianggapnya sebagai “sia-sia” dan “usaha menjaring angin.” Semua pencapaiannya tidak memberi kebahagiaan yang sejati, karena ia menyadari bahwa hidup ini bersifat sementara dan tidak bisa sepenuhnya dikendalikan oleh manusia.

Sesungguhnya pencarian kebahagiaan dalam hal-hal duniawi seperti kesenangan, kekayaan, atau kesuksesan semata tidak akan pernah memuaskan hati kita, terasa hampa, dan sia-sia. Kita diajak untuk mengarahkan fokus hidup kita pada Tuhan yang adalah sumber kebahagiaan sejati. Marilah membangun hubungan yang benar dengan Tuhan dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya agar kita beroleh kebahagiaan abadi. [Pdt Sri Agus Patnaningsih]

DOA:
Ya Tuhan, mampukanlah kami mengarahkan orientasi hidup kami di jalan-Mu agar kami tak merasa hampa dan sia-sia. Amin.

Ayat Pendukung: Pkh. 2:1-17; Mzm. 127; Kol. 3:18-4:1
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Apa Yang Ada Padamu?
    Matius 15:32-39
    Kata Yesus kepada mereka, “Kamu punya berapa roti?” “Tujuh”, jawab mereka, “dan beberapa ikan kecil.” (Matius 15:34) Tim survei...
  • Pertolongan Tuhan Jauh Lebih Utama
    Kejadian 32:3-21
    Lepaskanlah kiranya aku dari tangan Esau, saudaraku, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku, juga ibu-ibu bersama...
  • Bangun dan Puas
    Mazmur 17:1-7,15
    Tetapi, aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu. (Mazmur 17:15)...
  • HEALING
    Matius 14:13-21
    “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” (Matius 14:16) Istilah healing mulai populer di Indonesia sejak sekitar...
  • Doa Tidak Menggantikan Kerja Keras
    Matius 7:1-11
    “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Matius 7:7) Seorang...