Hampa Dan Sia-Sia

Pengkhotbah 2:1-17

Belum ada komentar 100 Views

Sebab itu, aku membenci hidup, karena bagiku apa yang dilakukan di bawah matahari itu menyusahkan. Sesungguhnya, semua itu kesia-siaan dan usaha menjaring angin. (Pengkhotbah 2:17)

Seorang pebisnis muda yang sukses merasa bahwa dengan mencapai kekayaan, semua masalah dalam hidupnya akan teratasi. Ia menikmati segala fasilitas dan kenikmatan dunia, tetapi lama kelamaan ia merasa hampa. Meskipun ia memiliki segalanya, ada kekosongan dalam hatinya yang tidak bisa diisi oleh uang, popularitas, atau kemewahan. Ia pun mulai bertanya-tanya, “Apa arti semua ini jika akhirnya aku tetap merasa kosong?”

Dalam bacaan kita hari ini, Pengkhotbah menceritakan pencariannya akan makna hidup melalui berbagai pencapaian duniawi. la mengejar kesenangan, kekayaan, kebijaksanaan, dan kerja keras, tetapi pada akhirnya ia merasa kecewa, hampa dan sia-sia. Ayat 17 mengungkapkan kekecewaan yang mendalam terhadap hidup yang ia jalani, yang dianggapnya sebagai “sia-sia” dan “usaha menjaring angin.” Semua pencapaiannya tidak memberi kebahagiaan yang sejati, karena ia menyadari bahwa hidup ini bersifat sementara dan tidak bisa sepenuhnya dikendalikan oleh manusia.

Sesungguhnya pencarian kebahagiaan dalam hal-hal duniawi seperti kesenangan, kekayaan, atau kesuksesan semata tidak akan pernah memuaskan hati kita, terasa hampa, dan sia-sia. Kita diajak untuk mengarahkan fokus hidup kita pada Tuhan yang adalah sumber kebahagiaan sejati. Marilah membangun hubungan yang benar dengan Tuhan dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya agar kita beroleh kebahagiaan abadi. [Pdt Sri Agus Patnaningsih]

DOA:
Ya Tuhan, mampukanlah kami mengarahkan orientasi hidup kami di jalan-Mu agar kami tak merasa hampa dan sia-sia. Amin.

Ayat Pendukung: Pkh. 2:1-17; Mzm. 127; Kol. 3:18-4:1
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Hati Yang Menyembah
    Matius 15:1-9
    “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari Aku.” (Matius 15:8) Ada sebuah perumpamaan yang berbunyi, “Gajah...
  • Ketaatan Mendatangkan Kemenangan
    Yosua 6:1-16,20
    Lalu pada kali yang ketujuh, ketika para imam meniup sangkakala, Yosua memerintahkan bangsa itu, “Bersoraklah, sebab TUHAN telah menyerahkan...
  • Berkat atas Keluarga
    Mazmur 128
    Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang yang takut akan TUHAN. (Mazmur 128:4) Sering kali penulis bertanya kepada anak-anak muda yang...
  • JANGAN GILA HORMAT
    Matius 23:1-12
    Siapa saja yang meninggikan diri, ia akan direndahkan dan siapa saja yang merendahkan diri, ia akan ditinggikan. (Matius 23:12)...
  • Munafik atau Utuh?
    Matius 23:13-28
    Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farsi, hai Kamu orang-orang munafik karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Surga di...