HAMBA YANG DIPERKENAN: TUNDUK PADA KEHENDAK BAPA

Matius 3:13-17

Belum ada komentar 9 Views

Bacaan Injil kita sesungguhnya menampilkan dua ketaatan. Ketaatan yang pertama ditunjukkan oleh Yohanes Pembaptis, yang mematuhi keinginan Yesus untuk membaptis-Nya. Inisiatif Yesus untuk datang kepada Yohanes dan meminta untuk dibaptis jelas membingungkan. Sebab, baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan. Bukankah Yesus tidak berdosa dan tidak membutuhkan pertobatan? Di sini ketaatan kedua terlihat, yaitu ketaatan Yesus kepada Sang Bapa yang mengutus-Nya untuk menyelamatkan manusia berdosa dengan cara menjadi manusia. Penerimaan baptisan oleh Yohanes ini menunjukkan solidaritas Yesus dengan manusia berdosa, sekalipun Ia sendiri tidak berdosa.

Ketika dua ketaatan itu bertemu, maka peristiwa penyataan cinta Sang Bapa pun berlangsung. Bahkan, sebuah peristiwa Trinitaris! Segera setelah Yesus Sang Anak dibaptis, Roh Allah turun ke atas-Nya dalam rupa burung merpati, dan Sang Bapa mengungkapkan isi hati-Nya, “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Melalui peristiwa ini kita menemukan jantung dari spiritualitas seluruh Injil Matius, bahkan seluruh Kitab Suci. Perkenanan Allah atas manusia dimungkinkan hanya melalui Yesus Kristus. Jati diri kita yang autentik dapat kita hidupi hanya jika kita memasuki peristiwa Trinitaris itu, yaitu melekat pada Yesus Kristus yang menaati Sang Bapa di dalam kuasa cinta Roh Kudus.

Panggilan kita sekarang adalah memasuki kedua ketaatan yang sudah ditunjukkan oleh Yohanes Pembaptis dan Yesus. Selama ini kita sering kali hanya menginginkan sapaan kasih Allah kepada kita, kita ingin Allah mengutarakan isi hati-Nya, “Engkau anak-Ku yang Kukasihi,” namun kita tidak bersedia untuk hidup dalam ketaatan yang diteladankan oleh Kristus. Di dalam ketaatan kepada Allahlah kita akan menemukan cinta ilahi yang makin benderang itu. (JA)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu