Hadapi dengan Kebenaran, Teguhkan dengan Kasih

2 Komentar 165 Views

Bacaan Hari ini:
Amsal 12:25 “Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.”

Jika seseorang mendatangi Anda hari ini dan berkata, “Ayo kita bicara, saya ingin memberitahu Anda beberapa area dalam hidup Anda yang harus Anda ubah,” Anda mungkin tidak akan senang membicarakannya. Anda mungkin berpikir, “Kau pikir kau siapa?”

Anda mungkin akan jadi kesal, memberontak, dan bahkan melawannya. 

Berikut ini strategi yang lebih baik.

Ketika Anda berbicara dari hati ke hati dengan seseorang, mulai dan akhirilah pembicaraaan Anda dengan nada positif, dan teguhkanlah hal-hal berikut:

1. Anda mengasihi dan peduli pada orang itu.
2. Anda akan berdoa dan membantu orang itu.
3. Anda yakin orang itu dapat berubah.

Paulus melakukan ini dalam 1 dan 2 Korintus dengan memulai dan mengakhirinya dengan sebuah peneguhan.

Contohnya ia memulai suratnya kepada jemaat di Korintus dengan ucapan, “Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu,” dan mengakhirinya dengan, “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian”

Di tengah-tengah suratnya itu, ia menuliskan kebenaran Firman sambil memberikan peneguhan: “Aku sangat berterus terang terhadap kamu; tetapi aku juga sangat memegahkan kamu. Dalam segala penderitaan kami aku sangat terhibur dan sukacitaku melimpah-limpah” (2 Korintus 7: 4).

*Perhatikan bahwa Paulus menggunakan kata “dan.” Jangan pernah menggunakan kata “tapi” ketika mengkonfrontasi. Jika Anda mengatakannya, apa pun yang Anda katakan sebelum atau sesudahnya pasti akan diabaikan dan tidak ada pengaruhnya buat orang tersebut: “Menurutku kau orang yang hebat, tapi…” Kita sudah lama berteman, tapi… “Sebaliknya, gunakan kata “dan”: “Kau orang yang hebat, dan aku percaya kau bisa menjadi orang yang lebih baik.” “Hubungan kita luar biasa, dan aku percaya ada beberapa hal yang harus kita perbaiki dalam hubungan ini.” Nah, itulah artinya meneguhkan seseorang.”

Renungkan hal ini: 
– Apa beberapa cara praktis yang bisa Anda rencanakan yang akan Anda katakan ketika Anda mengkonfrontasi seseorang?
– Bagaimana seseorang menggunakan peneguhan ketika mengkoreksi kesalahan Anda di masa lalu? Bagaimana perasaan Anda? 
– Mengapa kebenaran kadang menyakitkan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 70-71; Roma 8:22-39

Bicara dalam kasih tanpa menghakimi akan menyampaikan isi hati Anda dengan baik , tanpa perlu banyak kata-kata.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

2 Comments

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Munafik atau Utuh?
    Matius 23:13-28
    Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farsi, hai Kamu orang-orang munafik karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Surga di...
  • Yang Dipandang Hina Namun Berharga
    Yosua 2:1-14
    Yosua bin Nun dengan diam-diam mengutus dari Sitim dua orang pengintai, katanya, “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan Kota Yerikho.”...
  • Berseru Kepada Tuhan
    Mazmur 107:1-7, 33-37
    Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan Ia melepaskan mereka dari kesusahan mereka. (Mazmur 107:6) Ada banyak...
  • Ke Mana Hati Kita Melekat?
    Matius 19:16-22
    Kata Yesus kepadanya, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, dan...
  • Apa Yang Terpancar Dari Wajah Kita?
    Keluaran 34:29-35
    Lalu Musa turun dari Gunung Sinai dengan kedua loh hukum di tangannya. Ketika turun dari gunung itu, ia tidak...