Gereja Persahabatan

Belum ada komentar 123 Views

3 Yohanes adalah surat yang ditulis oleh Yohanes untuk Gayus, sahabatnya. Ia menjadi salah satu tulisan dalam pustaka Yohanes (Injil Yohanes, surat 1, 2, dan 3 Yohanes, dan Wahyu). Di dalam pustaka Yohanes itu, sahabat (philos) dan persahabatan (philia) sangatlah menonjol. Surat 3 Yohanes ini pun ditulis dengan sebuah sapaan, “Salam dari sahabat-sahabatmu. Sampaikanlah salamku kepada sahabat-sahabat satu per satu.” (ay. 15). Gereja, dalam pustaka Yohanes, dihayati pertama-tama sebagai sebuah persahabatan, lebih dari komunitas “murid” atau “orang percaya.”

Ayat 11 sesungguhnya memberi definisi bagi komunitas persahabatan itu. Para sahabat adalah orang-orang yang “berbuat baik” dan karenanya “berasal dari Allah” (ek tou Theou—keluar dari Allah). Di dalam 1 Yohanes 4:1-7 kata “berasal dari Allah” ini menjadi penanda identitas kita sebagai komunitas persahabatan. Maka, persahabatan (philia) itu sendiri adalah identitas Allah Trinitas.

Adalah seorang rahib dari abad ke-12 bernama Aelred of Rievaulx. Ia menafsirkan ungkapan Yohanes bahwa “Allah adalah kasih” (Deus caritas est) dengan mengatakan bahwa “Allah adalah persahabatan” (Deus amicitia est). Indah sekali, bukan? Jadi, persahabatan bukan hanya relasi manusiawi; persahabatan berakar pada identitas Allah Trinitas sendiri, yang kita alami secara langsung berkat persahabatan dengan Kristus. Ia sendirilah yang berkata mesra, “Aku tidak menyebut kamu lagi hamba … tetapi Aku menyebut kamu sahabat” (Yoh. 15:150).

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...